DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG USAIIA TANI PADI TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
Riyanto, Guntur (Adv.Dr. Faried Widjaya, MA), Dr. Faried Widjaya, MA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penghapusan subsidi dan penurunan tariff impor beras terhadap perekonomian Indonesia. Dampak ekonomi dapat dilihat dari aspek: makrn dan sektoral terutama sector pertanian.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Keseimbangan Umum Terapan INDOHANI. INDORANI merupakan model KUT untuk melihat dampak dari suatu perubahan ( shock ) terhadap perekonomian Indonesia yang dikembangkan PAU Studi Ekonomi UGM awal tahun 1997. Sampai saat ini INOORANI telah mengalami perubahan baik data maupun model. Versi INOORANI 9571 dibangun dari input out-put 1995 yang dikeluarkan BPS terdiri 71 sektor, sedangkan INOORANI 2000 merupakan pengembangan dari INDORANI 9571 dengan cam memberikan shock terhadap perubahan pertumbuhan dari tahun 1995 sampai tahun 2000.
Hasil simulasi secara makro, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Pengurangan tarif impor sesuai kesepakatan WTO ( skenario II ), jangka pendek indikator makro yang mengalami penurwtan yaitu: import agrcgat dan daya saing. Sebaliknya indikator makro yang mengalami peningkatan kinerja dalani jangka pendek adalah : GDP Riil, ekspor agregat, balas jasa ke pemilik kapital, tenaga kerja dan tanah, sedangkan konsumsi riil dan investasi riil dan kesempatan kerja tidak mengalami perubahan. Jangka panjang: semua indikator makro mengalami penurunan kinerja, kecuali transfer kepemilik tenaga kerja .
Dampak penghapusan subsidi pupuk (scenario 2) terhadap perekonomian nasional, jangka pendek: hampir semua kincrja perkonomian secara makro mengalami penwunan yaitu :GDP riill, ckspor agregat, transfer ke pemilik kapital, tenaga kerja dan tanah, sedangkan impor agregat, employment, kesejahteraan, serta daya saing , konsumsi riil dan investasi riil tidak mengalami perubahan .
Jangka panjang: indikator perekonomian makro hampir selurulmya mengalami penurunau kinerja. Penghapusan subsidi bunga KUT pada usaha tani iadi skenario III, dalam jangka pendek beberapa indikator makro pertumbuhan tidak ada yang mengalami perubahan kecuali GDP rill rum ekspor agregat mengulwni penurunan. Indikator Makro stabilitas tidak ada yang mengulami perubahan. Semua indikator pemerataan juga mengalami penurunan. Jangka panjang : semua indikator makro mengulami penwunan kinerja. Penghapusan tarif impor beras dalam jangka pendek mayoritas menga!ami penurunan atau relatif tidak berubah kecuali ekspor peternakan, investasi industri pengolahan berskala kecil dan perikanan. Scbaliknyajangka panjangjuga memiliki trend yang hampir sama dengan jangka pendek, yaitu hampir semua indikator mengalami penurunan kinerja, kecuali investasi yang nasilt positif, yaitu pada sektor kehutanan, usaha tani selain padi, dan tanaman pakan.
Dampak penghapusan subsidi pupuk terhadap kinerja sktoral, dalam jangka pendek hampir semua indikator tidak mengalami perubahan yang berarti, kecuali indikator investasi justru menga!ami peningkatan kecuali pada sektor usaha tani padi dan sektor tanaman pangan lainnya yang mengalami penunman. Indikator harga komoditas domestik mengalami peningkatan, hal ini sangat menguntungkan bagi produsen tetapi merugikan konsumen secara umum. Jangka panjang, harnpir seluruh sektor mengalmni penurunan kinerja. Indikator investasi yang paling banyak mengalami penurunan Nilai tambahjugajuga mengalami penurunan kinerja kecuali sektor pengolahan berskala kecil dan besar. Penghapusan subsidi bunga KUT pada usaha tani dalmn jungka pendek hampir semua indikator tidak mengalami perubahan yang berarti, kecuali ilidikator investasi justru mengalruni peningkatan kecuali pada sektor usaha tani padi dan sektor tanaman pangan lainnya Indikator harga komoditas domestik mengalami peningkatan hal ini sangat menguntungkan bagi produsen. Jangka panjang memmjukkan arah yang harnpir seluruh sektor mcngalmni penurunan kinerja. Indikator investasi yang paling banyak mengiilami penurunan kinerja Nilai tambah juga banyak mengalami penurunan kinerja, kecuali selior industri pengogolahan kecil dan besar.
Kata Kunci : Subsidi dan tarif Usaha Tani Padi, Model Keseimbangan Umum Terapan INDORANI, Ekonomi Makro dan Sektoral