ETIKA DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI MAHASISWA DI JAKARTA UNTUK MELAKUKAN PEMBAJAKAN PERANGKAT LUNAK
RIVIAN RAMADHAN (adv. Dr. JOGIYANTO HM., MBA), Dr. JOGIYANTO HM., MBA
Pembajakan software pada tahun-tahun terakhir ini telah menjadi masalah global yang serius. Pembajakan tersebut tidak hanya terjadi di dunia industri tetapi diduga lebih banyak terjadi dalam dunia pendidikan. Sehubungan dengan kondisi tersebut di atas penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan intensi pembajakan software di dunia pendidikan.
Penelitian terdahulu menggunakan variabel sikap, gender, jurusan, penghasilan keluarga, kepemilikan komputer, penjelasan institusi dan pengawasan institusi. Penelitian ini menambah variabel tingkat program studi. Penulis menyebar 900 kuesioner, kuesioner yang kembali sebanyak 781 dan 630 yang digunakan dalam penelitian ini.
Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa variabel sikap dan gender mempengaruhi intensi mahasiswa melakukan pembajakan software.
Recently, software piracy has become a serious global problem. It takes place not only in the industry, but it is believed to be more prevalent in academic institutions. Based on the above condition, this study is aimed to find what factors that caused intention of software piracy in academic institutions.
Past study use variables such as: attitude, gender, major, family income, personal computer ownership, institution remark and institution monitoring. In this study, we added a new variable that is program study. We send 900 questioners and 781 return, 630 questioners are used as our sample.
From the result, we can conclude that attitude and gender variable are affecting student's intention to do software piracy.
Kata Kunci : pembajakan software, institusi akademik, sikap mahasiswa