Laporkan Masalah

Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Informasi Politik Event Study pada Peristiwa 21 Mei 1998 di Bursa Efek Jakarta

Rini, Silvia Indah. (Adv.: Dr. Marwan Asri, MBA), Dr. Marwan Asri, MBA

2015 | Skripsi | S1 Extention - Management

Pasar modal yang berfungsi sebagal mekanisme alokasi dana masyarakat tidak dapat lepas dari pengaruh informasi-informasi ekonomi maupun non ekonomi. tnformasi ekonomi seperti kineila perusahaan, laporan keuangan perusahaan (mikro), perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta acing, inflasi, kebijakan pemerintah (makro) serta informasi nonekonomi seperti isu lingkungan hidup, hak-hak asasi manusia serta peristiwa-peristiwa politik secara tidak langsung akan mempengaruhi keputusan investor.

Peristiwa politik yang ditangkap pelaku pasar modal sebagai informasi politik berkaitan erat dengan stabilitas perekonomian. Apabila keadaan politik stabil maka pembangunan ekonomi akan meningkat. Sehingga peristiwa politik yang menimbulkan instabilltas ekonomi akan ditangkap pelaku pasar modal sebagal bad news atau pun good news, berakibat pada pengambitan keputusan investasinya.

Dalam penelitian ini, kami mencoba untuk menelaah lebih lanjut tentang pengaruh informasi politik dalam negeri terhadap pasar modal di Indonesia. Panetitian ini mencoba menganalisis pengaruh peristiwa 21 Mei 1998, yaitu peristiwa suksesi kepernimpinan nasional terhadap reaksi harga-harga dan volume perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta — Bursa Efek terbesar di Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah event study - metodologi penelitian yang juga digunakan oleh Suryawijaya dan Setiawan (1998) untuk menganalisis pengaruh informasi peristiwa 27 Juli 1999 terhadap reaksi Bursa Efek Jakarta.

Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah abnormal return dan Trading Volume Activity (TVA) yang tertuang dalam tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis abnormal return yang diperoleh investor atas terjadinya peristiwa 21 Mei 1998, rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa serta rata-rata volume perdagangan sebelum dan sesudah peristiwa.

Hipotesis yang digunakan adalah pertama, peristiwa 21 Mei 1998 menghasilkan abnormal return bagi investor, kedua, rata-rata abnormal return sebelum peristiwa berbeda dengan setelah peristiwa dan yang ketiga rata-rata volume perdagangan sebelum dan sesudah peristiwa berbeda.

Setelah hasil perhitungan dianatisis dan diuji secara statistik dengan menggunakan a = 5% dapat disimpulkan bahwa peristiwa 21 Mei 1999 menghasilkan abnormal return positif yang signifikan bagi investor. Dengan diperolehnya abnormal return positif yang signifikan tersebut dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang ditangkap investor sebagai good news ini menunjukkan bahwa Bursa Efek Jakarta bereaksi terhadap peristiwa di luar kegiatan ekonomi.

Tidak terjadinya rata-rata abnormal return dan Trading Volume Activity yang signifikan selama periode event dan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa lebih disebabkan sikap wait and see investor sebagai antisipasi terhadap keadaan politik dan ekonomi yang sangat tidak stabil.

Secara umum dapat disampaikan bahwa Bursa Efek Jakarta semakin sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang relevan termasuk informasi politik. Sehingga pelaku pasar hams semakin peka dalam mengantisipasi berbagai kegiatan atau peristiwa balk ekonomi maupun politik yang secara langsung atau pun tidak langsung dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham

Kata Kunci : Pasar Modal, Informasi Politik, Event study 21 Mei 1998, BEJ


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.