Pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi studi empiris di Indonesia (1969 - 2003)
Ridwansyah, Rizki (Adv.: Dr. Budiono Sri Handoko, MA), Dr. Budiono Sri Handoko, MA
Objek penelitian ini adalah menginvestigasi dampak pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan sampel data runtun waktu (35 tahun). Fondasi secara teoritis mengikuti pada model Barro (1990), di mana pengeluran dikategorikan menjadi produktif dan tidak produktif. Hal ini diduga menjadi peningkatan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan acuan Lin (1994) penelitian ini merumuskan model perhitungan pertumbuhan sederhana, di mana total pengeluaran dipisahkan menjadi pengeluaran investasi pembangunan (fisik), konsumsi dan pembangunan manusia. Dana bantuan asing dan ekspor juga disertakan sebagai penentu pertumbuhan. Pada kasus Indonesia, ditemukan pengeluaran produktif berpengaruh terhadap rendahnya pertumbuhan untuk periode jangka panjang.
Pengeluaran tidak produktif bepengaruh negatif terhadap pertumbuhan, sebagaimana dugaan awal. Namun sebaliknya pengeluaran tidak produktif berpengaruh positif terhadap konsumsi privat. Ada bukti positif untuk ekspor dan sebaliknya dana bantuan asing negatif pengaruhnya terhadap pertumbuhan. Dalam jangka panjang investasi pembangunan manusia berpengaruh positif terhadap pertumbuhan.
The objective of this paper is to investigate the impact of government expenditures on economic growth using a sample of time series data on Indonesia (for 35 years). The theoretical foundation of the study is based on Barro's (1990) model, in which expenditure is categorized into productive and unproductive categories. The former is expected to be growth promoting and the latter growth retarding. Building on Lin (1994) this research formulates a simple growth accounting model in which total expenditure is disaggregated into expenditure on (physical) investment, consumption and human capital investment.
The result also accounted for foreign aid and exports as determinants of growth. In the case of Indonesia, There is find that productive expenditure is associate with low growth for long time period. Non-productive expenditure relates negatively to growth, as anticipated, but appears to be associated with increased private consumption. There is evidence for a positive link between growth and exports, and negative for foreign aid. Government expenditure on human capital have positive influence to growth for long time period.
Kata Kunci : government expenditures, productive and non-productive expenditure, economics growth, error correction methods, pengeluaran pemerintab, pengeluaran produktif dan tidak produktif, pertumbuhan ekonomi, metode koreksi kesalahan