ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA AKADEMIK KOPERTIS WILAYAH V PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Ridwan Roy Tutupoho (Adv.Drs. John Suprihanto, MIM.), Drs. John Suprihanto, MIM.
1993 | Tesis | S2 Management
INTISARI
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Kopertis Wilayah V Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan tingkat motivasi tenaga akademik dipekerjakan (tenaga akademik DPK) dalam hubungan dengan produktivitasnya. Tujuan lain yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan korelasi antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik dengan produktivitas.
Teori motivasi yang mendasari penelitian ini bersumber pada gagasan Herzberg dengan dilakukan modifikasi berdasarkan pendapat Davis dan pandangan Matthias Aroef. Jumlah subjek penelitian ini adalah sebesar 230 orang yang merupakan sampel tenaga akademik DPK Kopertis Wilayah V Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data Motivasi dan Produktivitas diperoleh melalui angket penelitian yang diukur dengan skala likert dan skala . ordinal. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis pembedaan peringkat satu jalan dari Kruskal-Wallis, Uji-t, analisis korelasi product moment dari Karl Pearson, analisis korelasi parsial, dan analisis regresi.
Di dalam penelitian ini diajukan empat hipotesis yang terdiri dari: pertama, tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi antara tenaga akademik DPK pada Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Akademi; kedua, tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi antara tenaga akademik DPK pria dan wanita; ketiga, tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi antara tenaga akademik DPK golongan III/d ke bawah dan Golongan IV/a ke atas; dan keempat, tidak terdapat hubungan korelasi antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik dengan produktivitas.
Hasil penelitian yang dijaring melalui penelitian ini adalah bahwa pada satu sisi tenaga akademik DPK mempunyai tingkat motivasi yang tergolong tinggi, sedangkan pada sisi lain produktivitas tenaga akademik DPK (baik dalam hal produktivitas dilihat secara keseluruhan maupun produktivitas dilihat dari masing-masing bidang) tergolong rendah, bahkan pada bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat lebih dari separuh tenaga akademik DPK masih tergolong sangat rendah. Hasil lain yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi antara tenaga akademik pria dan wanita, tetapi pada Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Akademi, serta golongan kepangkatan terdapat perbedaan tingkat motivasi yang signifikan. Di dalam penelitian ini juga ditemukan adanya hubungan korelasi yang positif antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik dengan produktivitas (baik dalam hal produktivitas dilihat secara keseluruhan maupun produktivitas dilihat dari masingmasing bidang).
Selain itu ditemukan pula bahwa pada produktivitas di bidang pendidikan dan pengajaran, motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik harus berjalan secara bersama-sama, tetapi pada produktivitas di bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta produktivitas secara keseluruhan, motivasi intrinsik sangat dominan. Dan ditemukan pula dalam penelitian ini bahwa ternyata sumbangan efektif motivasi terhadap produktivitas hanya sebesar 10%. Dengan demikian, maka motivasi sendiri tidak dapat diandalkan untuk meramalkan produktivitas.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah agar pembinaan tenaga akademik DPK selain diarahkan pada upayaupaya memelihara dan meningkatkan motivasi tenaga akademik DPK, juga diperlukan upaya-upaya lain kearah peningkatan produktivitas tenaga akademik DPK, seperti memperbanyak tenaga akademik DPK bergelar S2 dan S3 serta pelaksanaan penataran-penataran/lokakarya-lokakarya dalam rangka meningkatkan produktivitas tenaga akademik DPK baik di bidang pendidikan dan pengajaran, maupun di bidang penelitian dan di bidang pengabdian pada masyarakat, dan perlu pula diperhatikan determinan-determinan lain, seperti: diskripsi pekerjaan, metode-metode dan teknik-teknik belajar/mengajar, kondisi-kondisi sosial, pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, persepsi, kebutuhan-kebutuhan individual, dan kepemimpinan.
ABSTRACT
This research was carried out in Region V of the Coordinating Office of Private Institutions for Higher Education (KOPERTIS WILAYAH V) in the Province of the Special Region of Yogyakarta with the purpose of identifying the differences in the motivation levels of the Governmentassigned academic staff (tenaga akademik DPK) in relation to their productivity. Another purpose of this research is identifying the correlation between extrinsic and intrinsic motivation and productivity.
The theory of motivation on which this research is based has been developed from ideas postulated by Herzberg with a few modifications based on the views of Davis and Matthias Aroef. The research subjects consist of 230 lecturers taken as a sample of the Government-assigned academic staff who teach in Private Institutions for Higher Education in the Province of the Special Region of Yogyakarta. Data on motivation and productivity were obtained from a set of questionnaires measured by using the Likert scale and ordinal scale. The techniques of analysis adopted include one-way rank distinction analysis by Kruskal- Wallis, Test-t, product moment correlation analysis by Karl Pearson, partial correlation analysis and regression analysis.
Four hypotheses are proposed in this research. First, there are no differences in the motivation levels among the Government-assigned academic staff working in universities, institutes, colleges and academies; second, there are no differences in the motivation levels between male academic staff and female academic staff; third, there are no differences in the motivation levels between those who hold the rank of III/d or below and those who hold the rank of IV/a and above; and fourth, there is" no correlation between either extrinsic or intrinsic motivation and productivity.
The findings resulted from this research have shown that on the one hand, the Government-assigned academic staff have a high motivation level while on the other hand their productivity (either in productivity seen globally or per sector) is low, even in the field of research and public service, the productivity of more than half of the Government-assigned academic staff is still very low. Another findings is that there are no differences in the motivation levels between male academic staff and female academic staff, but in terms of universities, institutes, colleges and academies as well as ranks, there are significant differences in the motivation levels. This research has also been found that there is positive correlation between extrinsic and intrinsic motivation and productivity (either in productivity seen globally or per sector).
In addition, it has also been found that as far as productivity in the field of teaching is concerned, the extrinsic motivation and intrinsic motivation exist side by side, but in terms of productivity in the field of research and public service as well as productivity as a whole, the intrinsic motivation plays an extremely dominant role. It has also been discovered that the effective contribution of motivation to productivity comes to only 10%. This fact indicates that motivation itself is not the only reliable factor in predicting productivity.
A recommendation that is made on the basis of the foregoing findings is that there is a great need not only for efforts that help to maintain and enhance the motivation of the Government-assigned academic staff but also for ways to improve their productivity. This can be done by recruiting more staff with post-graduate degrees and through refresher courses and workshops that cater for increased productivity of the Government-assigned academic staff in the field of teaching as well as research and public service, and it is also necessary to pay attention to other determinants such as job description, teaching/ learning methods and techniques, social conditions, knowledge, skills, abilities, perception, individual needs, and leadership.
Kata Kunci : motivasi, produktivitas, yogyakarta