Pengaruh struktur keluarga, pola komunikasi & sikap orangtua pada compulsive buying
Ridho, Muhammad (Adv.Prof. Dr. Basu Swastha, MBA), Prof. Dr. Basu Swastha, MBA
2007 | Tesis | S2 Management
Perilaku pembelian yang compulsive adalah perilaku pembelian yang tidak yang merupakan respon atas suatu kejadian atau perasaan yang negatif, tujuan ya adalah mencari kesenangan pada proses pembeliannya bukan pada produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atau peran keluaga seperti keluarga, pola komunikasi, dan sikap orangtua pada compulsive buying.erta menguji apakah sumberdaya dalam keluarga baik yang bersifat tangible upun intangible, dan tekanan-tekanan dalam keluarga (family stressors) memediasi pengaruh struktur keluarga dengan compulsive buying.
Penelitian yang dilakukan terbadap 256 responden di kota Solo yang terdiri dari remaja (adolescent) dan dewasa muda (young adult) yang diambil dari siswa SMU S 1 di beberapa lembaga pendidikan, menemukan bahwa fenomena compulsi e buying tidak hanya terjadi di beberapa kota di America dan Eropa tetapi juga terjadi di Solo. Bahkan tingkat compulsive buying yang terjadi Iebih besar dari hasil pen litian oleh Rinfleisch et a1. (1997) di Mitwestern Amerika Serikat dan oleh Roberts e al. (2004) di Mexico.
Pengaruh yang paling besar pada pembentukan compulsive buying ini disebab oleh sikap orangtua yang terlalu menuruti apa yang menjadi keinginan anak (parental yielding). Sedangkan pada struktur keluarga dan pola komunikasi keluarga ang berorientasi sosial dan konsep tidak berpengaruh secara signifikan pada co ulsive buying, selain itu hasil pengujian hipotesis juga mengungkapkan bahwa berdaya keluarga baik yang bersifat tangible maupun intangible dan tekanan-tekanan dalam keluarga (family stressors) tidak memediasi pengaruh struktur keluarga ada compulsive buying.
Compulsive buying behavior is buying behavior which is not controlled as a response to negative events or feelings, the primary motivation appears to be the psychological benefits derived from the buying process itself rather than from the possession of purchased objects. The purpose of this study is to examine the influence or role of family such as family structure communications pattern, and parental yielding n compulsive buying, and to examine whether family resources (tangible and intangible) and family stressors which mediate the relation of between family structure which compulsive buying.
Research conducted on 256 respondents in Solo consisted of adolescent and young ad t of senior high student and undergraduate in various institute, found that the phenomenon compulsive buying wasn't occurred only in some states of Europe and USA, but also in Solo. Even the bigger compulsive buying rate was Rindfleisch
at al. (l997) in Midwestern of United States and Roberts et al. (2004) in Mexico.
The biggest influence on forming compulsive buying was caused by parental •le at family communications pattern (socio and concept) and family structure do not have a significant effect on compulsive buying, others hypothesis test result stated that family resources (tangible and intangible) and family stressors do not mediate relation between family structure and compulsive buying.
Kata Kunci : Compulsive buying, struktur keluarga, pola komunikasi (sosial dan konsep), sikap orangtua, sumber daya keluarga (tangible dan intangible), dan tekanan-tekanan dalam keluarga.