Laporkan Masalah

Pengujian Kebijakan Struktur Modal A Target Adjusment Trade off Theory Atau Pecking Order Theory Pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Jakarta

R.Heru Kristanto HC (Pemb : Dr. Mamduh Hanafi, MBA), Dr. Mamduh Hanafi, MBA

2002 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini mencoba melakukan pengujian kebijakan struktur modal pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan struktur modal pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta mengikuti a target adjusment trade off theory ataukah pecking order theory. Apakah varibel ukuran perusahaan (size) yang diproksi dari total aktiva maupun industri (berdasarkan JASlCA) memiliki pengaruh terhadap keputusan struktur modal perusahaan (perubahan hutang jangka panjang). A target adjusment trade off theory diprediksi dari perubahan hutang jangka panjang, dimana merupakan penyesuaian hutang secara gradual terhadap target hutang jangka panjang. Karena target adalah unobservable, maka target diproksi dari three year moving avarage hutang jangka panjang. Pecking order theory diprediksi dari perubahan hutang jangka panjang merupakan fungsi dari defisit arus kas. Defisit arus kas diidifinsikan sebagai selisih dari devidend payment, capital expenditure, peningkatan modal kerja dan porsi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo dengan (minus) operating profit Pengujian juga dilakukan dengan memasukkan variabel ukuran perusahaan maupun variabel industri kedalam kedua model prediksi. Pengumpulan data dengan metode purposive sampling. Pengujian terhadap 106 perusahaan selama tahun pengamatan 1990-2000 dilakukan dengan model bivariate, model multivariate, cross sectional analysis maupun pooled data analysis.

Hasil penelitian menunjukkan:

1) Dengan analisis cross sectional (per tahun) memperlihatkan model prediksi a target adjusment trade off theory nampak memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjelaskan kebijakan struktur modal dibandingkan model prediksi pecking order theory.

2) Dengan analisis pooled data terlihat model pecking order justru memiliki kemampuan yang lebih baik.

3) Kedua model prediksi secara bersama mampu menjelaskan kebijakan struktur modal.

4) Uji anova terhadap R square menunjukkan kedua model prediksi memiliki kemampuan yang sarna dalam menjelaskan kebijakan struktur modal.

5) Dengan memasukkan variabel ukuran perusahaan kedalam model prediksi terlihat bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan struktur modal perusahaan.

6) Dengan memasukkan variabel dummy industri, diperoleh hasil bahwa industri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan struktur modal perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan untuk riset dimasa mendatang seyogyanya menggunakan proksi-proksi lain guna mengidentifikasi devisit arus kas dan juga menambah variabel prediksi baik pecking order theory maupun a target adjusment trade off theory.

Kata Kunci : Pecking Order Theory, BEJ, Kebijakan Struktur Modal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.