Analisis Perbandingan Penerapan Kualitas Pada Industri Manufaktur
Reswati, Renny(Adv.Dr. Ir. Adi Djoko Gurito, MSIE), Dr. Ir. Adi Djoko Gurito, MSIE
2013 | Tesis | S2 Economics
Penelitian ini menganalisis perbedaan antara perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman, dan industri tekstil dalam menerapkan manajemen kualitas dan menilai sejauhmana kesiapan perusahaan-perusahaan khususnya di Jawn Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memenuhi dimensi-dimensi manajemen kualitas. Sehingga dari perbedaan tersebut kedua industri ini dapat mengisi kelemahan-kelemahannya dengan saling belajar. Terdapat dua teknik manajemen yang diterapkan perusahaan untuk peningkatan kualitas yaitu Total Quality Management (TQM) dan ISO 9000.
Pengambilan sampel dilakukan dengan proportionale stratified random sampling, Jumlah sampel yang diambil adalah 300 perusahaan terdiri dari 205 perusallaan makanan dan minuman, serta 95 perusahaan tekstil. Pada penelitian ini terdapat 70 kuisioner yang dapat diolah. Terdiri dari 32 kuisioner dari perusahaan makanan dan minuman, serta 38 kuisioner dari perusahaan tekstil.
Metode yang digunakan untuk pengumpulan data melalui surat (mail survey). Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji beda (t-test), analisis korelasi, dan regresi berganda (multiple regression). Secara umum disimpulkan bahwa perusahaan tekstil lebih tinggi komitmennya terhadap manajemen kualitas, dapat dilihat dari rata-rata masing variabel, terdapat enam variabel yang lebih tinggi dari pada industri makanan. Terdiri dari: variabel kepemimpinan, sumber daya manusia, proses, pemasok, kinerja bisnis, dan customer focus. Sedangkan industri makanan dan minuman terdapat dua variabel yang lebih tinggi dari pada industri tekstil, yaitu informasi dan strategi.
HasH penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat perbedaaan dalam memenuhi dimensi-dimensi manajemen kualitas antara kedua jenis industri . Kedua, adanya perbedaan perbedaan yang signifikan antara industri makanan dan minuman dengan industri tekstil dalam hal hubungan antara TQM dengan standar-standar ISO 9000. Ketiga, terdapat perbedaan secara signifikan hubungan dari dimensi-dimensi manajemen kualitas yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja bisnis antara kedua jenis industri. Keernpat, terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari penerapan manajemen kualitas terhadap kinerja bisnis perusahaan.
This research analyses differences of quality management
implementation between textile industry and food and beverage industry, and analyze how far is the readiness of companies especially in Central Java, East Java and Daerah Istimewa Yogyakarta to fulfill dimensions of quality management. From differences, each industry can solve its weakness by learning each other. There are two management techniques that can be implemented by company to improve quality, that are Total Quality Management (TQM) and ISO 9000.
Sampling method is proportionale stratified random sampling, this research take 300 companies, of which 205 are food and beverage industry and 95 are textile industry. Questionaires that can be analyzed just 70, of which 32 questionaires are food and beverage industry and 95 questionaires are textile industry. Questionaires were sent out by mail.
t-test, correlation and multiple regression were used to analyze hypothesis. It can be concluded that commitment on management quality is higher in textile industry than food and beverage industry. It can see from means of each variable, there are six variables that higher in textile industry, that are leadership, human resources, processes, suppliers, business performance, and customer focus. In food and beverage industry there are two variable that higher than in textile industry, that are information and strategic.
Results show that, first, there are differences in fulfilled dimension is of quality management between two type of industry. Second, there are differences between textile industry and food and beverage industry in relationship between ISO 9000 and Total Quality Management (FQM). Third, there are differences in correlation of contribution of quality management dimensions on business performance improvement between two type of industry. Fourth, there are significant differences quality management implementation contribute on business performance.
Kata Kunci : Kualitas, Manajemen kualitas, TQM, ISO 9000