Pengaruh Locus of Control, tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan Pertimbangan Etis Terhadap Perilaku Auditor Dalam Situasi Konflik Audit
Renata Zoraifi (Pemb : Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
Variabel kognitif (pertimbangan etis) tidak cukup untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku etis akuntan. sehingga diperlukan interaksi dengan variabel personalitas (locus of control. tingkat pendidikan. dan pengalaman keIja) untuk mengungkapkan hal tersebut. Penelitian ini merupakan pengembangan dari Tsui dan Gul (1996) dengan menambahkan dua '.:ariabel personalitas yaitu tingkat pendidikan dan pengalaman keIja. Penelitian terdahulu menemukan bahwa interaksi antara locus of control dan pertimbangan etis berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Tujuan studi ini adalah untuk menguji secara empiris apakah interaksi antara variabel kognitif (pertimbangan etis) dan variabel personalitas (locus of control, tingkat pendidikan, dan pengalaman keIja) berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah kantor akuntan publik (KAP) yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang termasuk KAP berukuran kecil dengan jumlah staf dalam kantor tersebut kurang dari 50 orang. Sampel penelitian ini adalah auditor yang bekeIja di KAP Solo. Semarang. dan Yogyakarta.
Semua pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan multiple regression (regresi berganda). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa interaksi antara variabel kognitif (pertimbangan etis) dan variabel personalitas (locus of control. tingkat pendidikan. dan pengalaman keIja) berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit.
Cognitive variable (ethical reasoning) is not enough to predict and to explain ethical behavior of accountant, so personality variables (locus of control, years of education, and years of employment) need to be interacted with this cognitive variable in order to reveal this matter. This research develop from Tsui and Gul (1996) research, but this study add two personality variables that is years of education and years of employment. Previous research has found that interaction between locus of control and ethical reasoning has significant effect to auditor's behavior in audit conflict situation. The purpose of this research is to examine empirically whether the interaction between cognitive variable (ethical reasoning) and personality variables (locus of control, years of education, and years of employment) effect to auditor's behavior in audit conflict situation.
This research use survey method. Research population were small audit firm in Central Java and Yogyakarta. Sample of this research were auditor which work in audit firm in Solo, Semarang, and Yogyakarta.
Multiple regression was used to test all hyphothesis. Result from statistic test show that the interaction between cognitive variable (ethical reasoning) and personality variables (locus of control, years of education, and years of employment) has significant effect to auditor's behavior in audit conflict situation.
Kata Kunci : Variabel kognitif. variabel personalitas. locus of control. pertimbangan etis, dan konflik audit