Pengaruh mekanisme corporate governance terhadap earnings management pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta
Renaldy, Adrian (Adv.Dr. L. Suparwoto, M.Sc), L. Suparwoto,Dr., M.Sc
2006 | Skripsi | S1 Accounting
Tujuan penelitian ini adalah untuk menbuktikan pengaruh mekanisme corporate governance terhadap earnings management. Tindakan manajemen memanipulasi laba dalam proses pelaporan keuangan menyebabkan berkurangnya reliabilitas informasi keuangan tersebut. Hal ini akan merugikan para pelaku pasar yang mendasari keputusannya berdasarkan laba tersebut karena informasi yang demikian tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Berbagai upaya dapat dilakukan agar manajemen dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Upaya-upaya inilah yang tercakup dalam corporate governance. Corporate governance dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme yang diyakini dapat mencegah earnings magement, yaitu mekanisme kepemilikan saham, mekanisme pengawasan oleh dewan komisaris, dan mekanisme pengendalian internal.
Dalam penelitian ini, manajemen laba diproksikan oleh discretionary accrual. Nilai ini diperoleh dengan menggunakan model modifikasi Jones. Mekanisme corporate governance diukur dengan lima variabel, yaitu prosentase kepemilikan manaj erial, prosentase kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, dan keberadaan komite audit. Sampel penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan memiliki mekanisme corporate governance diatas.
Penelitian ini mendapatkan bukti empiris bahwa mekanisme corporate governance baik secara simultan maupun parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap earnings management. Hal ini bisa rerjadi karena sejak dimulai dicanangkannya penerapan Good Corporate Governance sampai sekarang, pa a umumnya perusahaan menerapkan persyaratan terebut hanya formalitas belaka dan belum diartikan sebagai suatu kebutuhan dari pengelolaan perusahaan secara sehat.
-
Kata Kunci : earnings management, corporate governance, discretionary accrual, model modifikasi Jones, kepemilikm manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen, komiite audit.