Gaya Kepemimpinan Transformasional, Komitmen Organisasional, dan Kepuasan Bawahan Terhadap Pemimpin di Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta
Raswan Udjang (Pemb : Drs. Gugup Kismono, MBA), Drs. Gugup Kismono, MBA
Para pemimpin organisasi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang untuk dapat mencapai tujuan organisasi dengan berbagai gaya kepemimpinan, sebagai contoh adalah kepemimpinan transformasional.
Menurut Bass (1985) kepemimpinan transformasional rnampu memberikan inspirasi kepada bawahan untuk lebih mengutamakan kemajuan organisasi daripada kepentingan individu. Juga menurut Bass (1985), kepemimpinan transformasional menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional dan kemudian Padsakof et al. (1996); Bycio et al. (1995); dan Koh et al. (1995) menemukan bahwa kepemimpinan transformasional akan lebih meningkatkan kepuasan bawahan dengan menimbulkan rasa bangga atas perhatian, penghargaan, dan adanya dorongan untuk memunculkan ide dan kreatifitas yang merupakan sarana untuk aktualisasi diri.
Oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan di UNW AMA terhadap komitmen organisasional, dan kepuasan bawahan terhadap pemimpin. Gaya kepemimpinan yang diuji adalah, gaya kepemimpinan transformasional dengan tiga dimensinya yaitu: (1) Charismatic Leadership (2) Intellectual Stimulation (3) Individualized Consideration. Sedangkan komitmen organisasional juga menggunakan tiga dimensi yaitu: (1) Affective Commitment (2) Continuance Commitment (3) Normative Commitment.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah MLQ untuk gaya kepemimpinan dari Bass (1985) yang telah dimodifikasi oleh Bycio (1995), OCQ dari Meyer dan Allen (1991) untuk komitmen, dan SSQ untuk kepuasan bawahan terhadap pemimpin dari Bass dan Avolio (1990). Responden yang menjawab kuesioner berjumlah 113 orang dari populasi dosen UNW AMA yang berjumlah 120 orang (response rate: 94,17%).
Dengan menggunakan alat analisis regresi berganda dapat dibuktikan bahwa, ada pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap afektifkomitmen (adjusted R2=O, 873), normatifkomitmen (adjusted R2=0, 717), dan kepuasan bawahan terhadap pemimpin (adjusted R2=0,239). Dimensi intellectual stimulation berpengaruh paling besar terhadap affective commitment(Beta=0,908j dan charismatic leadership berpengaruh paling besar terhadap kepuasan bawahan terhadap pemimpin (Beta 0,307).
The leaders of organization who have abilities to influence others to achieve organization's goals usually have variety in their leadership style, for example transformational leadership. According to Bass (1985), the transformational leadership is the leadership which ,s able to give inspiration to subordinate's, to put the priority on the development of organization rather than on individualized interest. Transformational leadership has significant and positive influence to the organizational commitment (Bass, 1985).
According to Padsakof et al (1996), Bycio etal. (1995), and
Koh et al. (1995), transformational leadership will increase the subordinate's satisfaction for the attention, reward, and motivation given by the leaders which creates ideas and creativities as means of self actualization.
Based upon this achievement, the researcher tries to analyze the influence of leadership style in Wangsa Manggla Vniversity (UNWAMA) to the organizational commitment and subordinate's satisfaction toward the leaders. Transformational leadership consist of three dimensions: (1) Charismatic leadership, (2) Intellectual stimulation, and (3) Individualized consideration. Organizational commitment consist of three dimensions: (1) Affective commitment, (2) Continuance commitment, and (3) Normative commitment.
The instruments used are MLQ as used by Bass (1985) for leadership style which modified by Bycio (1995), OCQ by Meyer and Allen (1991) for commitment, and SSQ for subordinate's satisfaction on the leader by Bass and Avolio (1990). The respondents answered are 113 lectures with population size are 120 lectures (response rate 94.17%).
Using multiple regression analyses, it can be proved that there are significant and positive influence between transformational leadership to affective commitment (adjusted K=0.873), normative commitment (adjusted R =0.717), and subordinate's satisfaction (adjusted R1=O.239). Intellectual stimulation dimension has dominant influence to affective commitment (Beta=O.908) and charismatic leadership has dominant influence to subordinate's satisfaction (Beta=0.307).
Kata Kunci : Kepemimpinan Transforrnasional, Stimulasi Intelektual, Kepemimpinan Kharismatik, Perhatian Individual, Komitmen Afektif, Komitmen Kontinuen, Komitmen Normatif, Kepuasan Bawahan, Transformational leadership, intellectual stimulation, charismatic leadership