HUBUNGAN DUA KONSEKUENSI PENGENDALIAN ANGGARAN : PENCIPATAAN SLACK ANGGARAN DAN ORIENTASI MANAJERAL BERJANGKA PENDEK (STUDI EMPIRIS PADA BUMI INDONESIA)
RASULI. M (pembimbing: DR. HADORI YUNUS), DR. HADORI YUNUS
Berbeda dengan penelitian Stede (2000) yang mengambil sampel perusahaan swasta mumi di Belgia, penelitian ini bertujuan menguji kembali dugaan adanya pengaruh atau konsekuensi yang ditimbulkan oleh pola pengendalian anggaran yang kaku di lingkungan BUMN Indonesia yaitu penciptaan slack anggaran dan orientasi manajerial berjangka pendek. Pengujian ini penting untuk dilakukan karena penelitian terdahulu memberikan bukti yang saling bertentangan mengenai pengaruh pengendalian anggaran yang kaku (rigid budge/my controls) terhadap slack dan perilaku menyimpang lainnya. Data mendukung anggapan, bahwa upaya untuk mengurangi bentuk penyimpangan perilaku yaitu penciptaan slack anggaran melalui pengendalian yang ketat, tampaknya menyebabkan munculnya penyimpangan dalam bentuk lain yaitu kuatnya manajemen berfokus pad a persoalan-persoalan yang mempengaruhi hasil jangka pendek. Lebih lanjut terungkap pula, bahwa pola pengendalian anggaran yang diterapkan suatu organisasi, selain dipengaruhi oleh perilaku manajernya, mungkin dipengaruhi oleh dua anteseden penting yaitu kinerja masa lalu dan strategi kompetitif.
Data dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner melalui P.T. Pas Indonesia (mail survey) kepada manajer level menengah BUMN Indonesia yang berpengalaman dalam jabatannya lebih dari satu tahun. Secara total, dikirimkan 596 buah kuesioner melalui dua tahap pengiriman. Hasil survey yang dapat diterima: 168 manajer menjawab (28%). Dari jumlah yang diterima 13 buah tidak valid (yang dapat dianalisis lebih lanjut sebanyak 155 buah atau 26%). Hubungan antar variabel diuji dalam suatu structural equation modeling dengan memakai software atau program AMOS (Analysis of Moments Structure) versi 4,01.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan untuk memenuhi anggaran akan dipakai oleh manajer berorientasi waktu jangka pendek untuk memaksimalkan profit jangka pendek dengan melakukan pembebanan pad a profitabilitas jangka panjang. Orientasi waktu jangka pendek ini akan mendorong manajer untuk melakukan perbaikan pada saat kinerja sedang buruk. Di lain pihak, saat kinerja masa lalu buruk, otoritas level atas menekankan pengendalian anggaran yang ketat untuk mengurangikemungkinan terjadinya slack anggaran; bahkan pada kondisi seperti itu, otoritas level atas sama sekali tidak menghendaki
terjadinya slack anggaran yang berimplikasi tidak langsung terhadap manajer berorientasi waktu jangka pendek. Hasil penting lain penelitian ini adalah, walaupun di lingkungan BUMN Indonesia lebih banyak menerapkan strategi kompetitif defender, namun pencapaian target anggaran kurang menjadi fokus perhatian manajer.
It is different to Stede research (2000) taking sample of pure private company in Belgium, this research aims to retest the presumption of the existing influence or consequence caused by the rigid budgetary control around the Indonesian State-Owned Enterprises/ISOE (Badan Usaha Milik NegaralBUMN) such as creating budgetary slack and managerial short-term orientation. This test is important to hold because the previous research gave the contradictory evidence with respect to the effect of rigid budgetary controls on slack and other dysfunctional behaviors. The data supporting the presumption, that the effort to reduce the form of dysfunctional behavior such as creating budgetary slack through tight control seems to cause the presence of dysfunctional in other form such as the strength of management focusing on the items influencing short term result. Further exposure is that the budgetary control pattern applied by an organization, besides influenced by the manager behavior may be affected by two important antecedence such as past performance and competitive strategy.
The data is collected by sending the questionnaire through PT. Pos Indonesia (Indonesian Post, Ltd.) (mail survey) to ISOE middle-level experienced manager more than one year. Totally, it is sent 596 pieces of questionnaire through out two phases of sending. The survey result accepted: 168 managers respond (28%). Based on the total 13 pieces received is not valid (analyzable further as 155 pieces or 26%). The correlation between tested variables is tested in a structural equation modeling by using software or AMOS (Analysis of Moments Structure) program version 4.01.
The research result shows that the pressure to fulfill the budgetary will be used by the short-term oriented manager to maximize the short-term profit by loading on the long-term profitability. The short-term oriented will encourage the manager to improve during the bad performance. On the other hand, when the past performance is bad, the upper level authority for suppressing the tight budgetary control for reducing the budgetary slack happen; even in such condition, the upper level authority does not expect the budgetary slack happen implying indirectly to the short-term oriented manager. The other important result of research, although among ISOE environment apply defender's competitive strategy more, but the target reach make less focus from the managers' attention.
Kata Kunci : Indonesian State-Owned Enterprises/ISOE (BUMN); Rigid Budgetary Controls; Past Performance; Competitive Strategy; Budgetary Slack; Managerial Short-term Orientation, BUMN Indonesia; Pengendalian Anggaran yang Kaku; Kinerja Masa Lalu; Strategi Kompetiti