Laporkan Masalah

Kebijakan Utang Perusahaan dan Efektivitas Kebijakan Pembatasan Debt-to Equity Ratio (DER) studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012

RAMADHANI, IRFAN (Adv.: Harnanto, Drs., M.Soc.Sc., CMA.), Harnanto, Drs., M.Soc.Sc., CMA.

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Pemerintah berencana memberlakukan kembali kebijakan pembatasan debt-to-equity ratio (DER) untuk mengatur kegiatan pendanaan perusahaan. Kebijakan pembatasan DER merupakan kebijakan yang membatasi biaya bunga yang dapat diakui sebagai biaya fiskal.



Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis efektivitas kebijakan pembatasan DER. Efektivitas kebijakan ini dilihat dari tujuannya, yang difokuskan pada penerimaan pajak dan praktik thin capitalization. Penelitian ini menggunakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2012 sebagai sampel dan rata-rata DER sampel sebagai batasan DER.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan DER tidak efektif, yang dibuktikan dengan banyaknya sampel yang memiliki DER dibawah batasan DER, sehingga “menghasilkan” biaya bunga non-deductible negatif, yang artinya Pemerintah tidak dapat memperoleh tambahan penerimaan pajak dari sampel tersebut. Dalam rangka memperoleh manfaat pajak dari biaya bunga, sampel yang “menghasilkan” biaya bunga non-deductible negatif berpotensi melakukan praktik thin capitalization. Sampel yang memiliki DER diatas batasan DER, sehingga “menghasilkan” biaya bunga non-deductible positif, berpotensi menyiasati kebijakan ini dengan melakukan praktik creative accounting (dalam rangka menghindari disinsentif pajak).

The government plans to re-enact debt-to-equity ratio (DER) limitation policy to regulate financing activity of business enterprise. DER limitation policy is a policy which limiting the interest expense that can be recognized as fiscal cost thus reducing the tax deductibility of interest.



This study aims to investigate and analyze the effectiveness of DER limitation policy. The effectiveness of this policy can be seen from the policyÂ’s objective, which focused on tax revenue and thin capitalization practice. This study use mining companies which listed on Bursa Efek Indonesia (BEI) on 2010-2012 as a sample and average DER of sample as a limitation.



The results indicate that DER limitation policy is not effective, as evidenced by the number of samples that have DER below the limitation which “produce” negative non-deductible interest expense, which means the government cannot obtain additional tax revenues from those samples. In order to obtain tax benefit of interest expense, those samples practice thin capitalization. Samples which have DER above the limitation, thus “produce” positive non-deductible interest expense, seek a way to avoid tax disincentives by practicing creative accounting.

Kata Kunci : : Debt-to-Equity Ratio, Capital Structure, Tax Deductibility of Interest, Rasio Utang, Struktur Modal.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.