Pengaruh Kebijakan Moneter dan Risiko Perbankan terhadap Kinerja Fungsi Intermediasi
Rajagukguk, Rini Phinta Marito, Prof. Dr. Insukindro, M.A.
2008 | Skripsi | S1 EconomicsPerbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang memiliki fungsi utama sebagai lembaga intermediasi. Fungsi utama ini merupakan salah satu jalur dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perekonomian suatu negara. Salah satu isu utama dalam intermediasi perbankan adalah penyaluran kredit. Perilaku perbankan dalam menyalurkan kredit dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kebijakan moneter dan risiko perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter dan risiko perbankan terhadap fungsi intermediasi dan bagaimana penyaluran kredit mempengaruhi kinerja perekonomian di Indonesia (1993.3-2007.2). Penelitian ini menggunakan metode VAR (Vector Autoregression) sebagai alat analisis. Melalui dua instrumen VAR yaitu IRF(Impulse Response Function) dan FEVD (Forecasting Error Variance Decomposition), dapat disimpulkan bahwa kebijakan moneter dan risiko perbankan direspon negatif oleh penyaluran kredit perbankan. Selain itu, pengaruh penyaluran kredit terhadap pertumbuhan output riil juga masih tergolong rendah. Kata Kunci: Penyaluran kredit, Mekanisme transmisi kebijakan moneter, risiko perbankan, output riil, dan VAR
Banking is a financial institution which has its main function as the financial intermediary. This main function is a part of the transmission mechanism of monetary policy channels which aims to increase the country economy performance. One of the main issues in banking intermediation is credit offering. Banking behaviour in credit offering is affected by various factors, among them monetary policy and banking risks. This research objectives are to analyze the effect of monetary policy and banking risks toward the intermediation function and how credit offering affects economy performance in Indonesia (1993.3-2007.2). This research applies VAR (Vector Autoregression) method as the analysis tool. From the two instruments of VAR which are IRF (Impulse Response Function) and FEVD (Forecasting Error Variance Decomposition), it can be concluded that monetary policy and banking risks are responded negatively by credit channel. Moreover, the influence of credit offering on the real output remains low. Keyterm: credit offering, transmission mechanism of monetary policy, banking risks, real output, and VAR.
Kata Kunci : Kebijakan Moneter; Risiko Perbankan; Kinerja Fungsi Intermediasi