HUBUNGAN ANTARA PROFESIONALISME INTERNAL AUDITOR DENGAN KINERJA, KEPUASAN, KOMITMEN DAN KEINGINAN UNTUK PINDAH
Rahmawati (Adv.Dr. Ainun Na'im, MBA, Ak,), Dr. Ainun Na'im, MBA, Ak,
1997 | Tesis | S2 Accounting
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiric tentang hubungan profesionalisme dengan variabel anteseden yaitu pengalaman internal auditor dan latar
belakang internal auditor serta variabel konsekuensinya yaitu kinerja tugas, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan keinginan untuk pind.ah. Internal auditor yang
profesional nantinya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi organisasinya. Profesionalisme internal auditor dapat membantu organisasi mencapai sasaran dari fungsi
internal auditing dan organisasi audit yang efektif.
Responden dalam penelitian ini adalah internal auditor BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan judgement sampling. Kuesioner yang dikirim sebanyak 450 eksemplar d.an yang kembali sebanyak 127 eksemplar. Instrumen-instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini berdasar pada instrumen yang sudah dibuat oleh peneliti terdahulu, beberapa
dimodifikasi, ditambah dan dikurangi. Untuk pengujian validitas dihitung dengan menggunakan korelasi product moment sedangkan untuk reliabilitas dengan Cronbrach
Alpha. Atas dasar basil kompilasi data dapat disimpulkan bahwa tingkat profesionalisme internal auditor BUMN dan BUMD berada pada kategori tinggi untuk pandangan profesionalisme hubungan dengan sesama profesi, kewajiban sosial dan kemandirian. Sedangkan pandangan profesionalisme keyakinan terhadap profesi dan pengabdian pada profesi berada pada kategori sedang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis path. Dari hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan yaitu dari lima pandangan profesionalisme mempunyai hubungan dengan dua sampai lima dengan variabel kosekuensi. Variabel anteseden pengalaman dan latar belakang pendidikan
hanya berhubungan dengan pandangan .profesionalisme hubungan dengan sesama profesi. Variabel pengalaman dan semua pandangan profesionalisme berhubungan dengan
kinerja. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah konsep profesionalisme yang dipakai dari Hall (1968) belum optimal dalam menggambarkan profesionalisme internal auditor. Pengujian statistik tidak memperhitungkan pengukuran error dalam mencari koefisien hubungan antara variabel independen dan dependen. Penelitian ini membuka peluang yang besar bagi peneliti-peneliti selanjutnya untuk diterapkan pada profesi yang lain. Variabel keterlibatan dalam kegiatan prolesi bisa ditambahkan karena ikatan profesi memainkan peranan yang signifikan dalam menanamkan profesionalisme para anggotanya
The purpose of this research is to empirically test the relationship: (1) between professionalism and its antecedent variables: internal auditor experience and graduate background and (2) between professionalism and its consequences variables: job performance, job satisfaction, organization commitment and intention turnover . The motivation of the research is that professional internal auditors, with the internal auditing
function and the effective audit organization, may help the organization to meet its objectives and goals.
The respondents are internal auditors of BUMN and BUMD in Indonesia. The sampling methode used is judgment sampling. Questionnaires were distributed to 450 respondents; 127 of the questionnaires were returned. The research instruments used in this study are those used in previous studies with some modifications. Tests of validity are conducted with product moment correlations and Cronbrach Alpha is used in the tests of reliability. Results of data compilation show that professionalisms of BUMN and BUMD internal auditors in the dimensions of community affiliation, social obligation and demand for personal autonomy are in the high category. In the exclusiveness of professional and dedication dimensions, the internal auditors professionalisms are in the middle category. Analysis of this research is path analysis. The results of the analysis
indicate that five professionalism dimensions relate to two to five consequences variables. The antecedent variables, experience and graduate background, only relate to community affiliation dimensions of professionalism. An experience variable and all dimensions of professionalism relate to performance. This research has some limitations.
First, the Hall's professionalism concepts used in this study may not be the optimal set to describe the internal auditor professionalism. Second, the statistical tests ignore measurement errors in computing the coefficient of the relationship between independent variables and dependent variables. Replication of this research for other professions may further test the validity of the results. Further research can include other variables such as involvement in the profession activities since the profession associations have significant role in improving their member's professionalism.
Kata Kunci : Profesionalisme, internal auditor