Analisa Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Untuk Tahun Anggaran 2005-2007 (Studi Kasus Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan)
RAHMANTO, R. HARI ADHY , Prof. Dr. Abdul Halim, MBA.,Ak
Sesuai dengan judul penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai adalah : (1) untuk mengetahui bentuk penyajian laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan; (2) untuk menganalisis perbedaan penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten u tahun 2005 sampai tahun 2007; (3) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam menyajikan Laporan Realisasi Anggaran tahun 2005 sampai dengan tahun 2007.
Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Grobogan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu teknik dokumentasi, teknik wawancara dan teknik observasi. Dan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Dari analisis data dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Bentuk penyajian Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan, pada tahun 2005 disajikan dalam dua versi. Versi pertama berdasarkan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002, yang menyajikan LRA terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. Versi kedua berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang SAP yang menyajikan LRA terdiri dari pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan. LRA tahun 2006 disajikan berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang SAP yang meliputi pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan. LRA tahun 2007 disajikan berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang terdiri dari pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan; (2) Perbedaan dasar peraturan perundangan yang digunakan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam penyusunan LRA tahun 2005-2007 menyebabkan adanya perbedaan dalam penyajian; (3) Kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menyajikan LRA tahun 2005-2007 antara lain: (a) Dalam APBD tahun anggaran masih menggunakan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 sedangkan dalam LRA harus menggunakan PP Nomor 24 Tahun 2005 sehingga dalam ketentuan harus melakukan konversi/mapping; (b) Kurangnya SDM khususnya dalam bidang akuntansi pemerintahan sehingga menimbulkan kesulitan dalam menyajikan LRA yang berdasarkan SAP; (c) Dalam penyusunan LRA banyak SKPD yang belum mampu membuat LRA sehingga harus dipandu oleh BPKD; (d) Dalam penyajian LRA tahun 2007 sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 bahwa SKPD harus membuat LRA sendiri sehingga BPKD harus melakukan konsoldasi di SKPD.
In accordance with the title of this research, the goal is to: (1) to determine the form of presentation of the report Local Government Budget Realizations Grobogan District; (2) to analyze differences in the presentation of Budget Realization Report District Government u in 2005 until the year 2007; (3) to determine the constraints faced by local government in Budget Realization Report presents the year 2005 to 2007.
The study was conducted in the Office of Budget, Finance and Asset Management District Grobogan. Techniques used to collect data that is technical documentation, interview techniques and observation techniques. And this research is a qualitative descriptive study.
From the analysis of data can be obtained the following results: (1) The form of presentation of Budget Realization Report (LRA) Grobogan District Government, in the year 2005 are presented in two versions. The first version based on Kepmendagri No. 29 of 2002, which presents the LRA consists of revenues, expenditures and financing. The second version based on Government Regulation Number 24 Year 2005 about SAP that provides the LRA consists of revenues, expenditures, transfers and financing. The LRA in 2006 are presented based on PP No. 24 Year 2005 on the SAP which includes revenues, expenditures, transfers and financing. The LRA in 2007 presented by Permendagri No. 13 of 2006 which consists of revenues, expenditures, transfers and financing; (2) The basic difference is legislation Grobogan District Government in the preparation of the LRA in 2005-2007 led to the differences in presentation; (3) Constraints County Government faced in presenting the LRA Grobogan year 2005-2007 include: (a) In fiscal year budget is still using Kepmendagri No. 29 of 2002, while in the LRA should use the PP No. 24 of 2005 so that the provisions have to do the conversion / mapping; (b ) Lack of human resources especially in the field of government accounting, leading to difficulties in presenting the LRA is based on SAP; (c) In the preparation of many SKPD LRA has not been able to make the LRA should be guided by BPKD; (d) In the presentation of the LRA in 2007 in accordance Permendagri Number 13 Year SKPD 2006 that should make itself so that the LRA should do BPKD in SKPD consolidation.
Kata Kunci : Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Daerah, Kepmendagri 29/2002, PP 24/2005, Kepmendagri 13/2006.