Inovasi Sistem Pengukuran Kinerja Institusi Pemerintah Daerah (Pada Pemda Kabupaten Kuningan)
RAHMAN, ARIF (Adv.: Rusdi Akbar, dr., M.Sc.), Rusdi Akbar, dr., M.Sc.
Dengan menerapkan sistem pengukuran kinerja diharapkan dapat membantu memperbaiki lagi kinerja pemerintah dalam mewujudkan tujuan dan sasaran, efisiensi dan efektifitas publik secara transparan, serta menerapkan akuntabilitas. Dalam hal akuntabilitas, sejatinya terdapat informasi yang sangat dibutuhkan oleh pihak berkepentingan. Oleh sebab itu akuntabilitas dapat dijadikan sebagai media pertanggungjawaban atau sebagai alat untuk memecahkan berbagai masalah yang diharapkan adanya perbaikan didalam kinerja pemerintah melalui LKP, LPPD, LAKIP. Melalui 3 laporan tersebut kinerja pemerintah dapat dinilaidengan transparan, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu ketiga laporan tersebut dapat mendorong pemerintah dalam menciptakan “good governace”, selain itu masyarakat dapat lebih percaya terhadap pemerintah yang telah menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan teori dalam bidang ekonomi akuntansi, khususnya di bidang akuntansi sektor publik. Selain itu penelitian ini diharapkan memberikan masukan kepada instansi pemerintah di indonesia dalam mengembangkan sistem pebgukuran kineja yang lebih baik dan efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan.
sampel dalam penelitian ini adalah pejabat eselon 2, pejabat eselon 3, pejabat eselon 4. Didasarkan pada metode purposive sampling dimana sample yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Dalam hal ini pejabat eselon 2, 3, 4 merupakan pejabat yang menyusun RENSTRA dan LAKIP pada seluruh SKPD di Kabupaten Kuningan.
Hasil penelitian menunjukkan pengembangan ssitem pengukuran kinerja (y) terbukti dipengaruhi secara positif oleh keterbatasan sistem informasi (x1), kesulitan menentukan ukuran kinerja (x2) komitmen kinerja (x3), otoritas pengambilan keputusan (x4), pelatihan (x5), serta budaya organisasi (x6), serta sumber daya (x7).
By implementing a performance measurement system is expected to help further improve the performance of the government in realizing the goals and objectives, efficiency and effectiveness of the public in a transparent manner, and implementing accountability. In terms of accountability, in truth there is information that is needed by interested parties. Therefore it can be used as media accountability or liability as a tool for solving a variety of problems to expect an improvement in the performance of the government through the CGC, LPPD, LAKIP. Through 3 report the performance of the government can dinilaidengan transparent, systematic and accountable. Therefore, these three reports can encourage governments to create "good governace", other than that people can have more confidence in the government that has implemented the principles of accountability and transparency.
This research has the objective to provide input to government agencies in the preparation of the Strategic Plan and performance reports. Because we know in the preparation of the Strategic Plan and LAKIP still quite arbitrary, so that the results of; report is still low.
The sample in this study is the echelon 2, 3 Echelon, Echelon 4. Based on a purposive sampling method in which samples were selected based on specific criteria. In this case the echelon 2, 3, 4 is the official who compiled the Strategic Plan and performance reports on all SKPD Kuningan district.
Shows that the development of performance measurement ssitem (y) shown to be affected positively by the limitations of information systems (x1), difficulty defining performance measures (x2) performance commitments (x3), decision-making authority (x4), training (x5), organizational culture (x6 ), and resources (x7).
Kata Kunci : keterbatasan sistem informasi, kesulitan dalam menentukkan ukuran kinerja, komitmen kinerja, otoritas pengambilan keputusan, pelatihan, budaya organisasi, sumber daya, sistem pengukuran kinerja, Limitations of Information Systems, Performance Difficulties