Laporkan Masalah

Portofolio Optimal dan Rasionalitas Investor: Studi Di Indeks LQ-45 Tahun 2005-2009

RAHADYTA, BRAM (Adv.: Sri Handaru Yuliati, Dra., M.B.A.), Sri Handaru Yuliati, Dra., M.B.A.

2012 | Skripsi | S1 Management

Dalam konteks investasi saham, seorang investor yang rasional akan berinvestasi pada portofolio optimal, yaitu portofolio yang menghasilkan tingkat return yang tinggi dengan risiko yang minimal. Pertanyaan yang muncul adalah saham manakah yang harus dipilih investor dalam berinvestasi. Tak terbatasnya kemungkinan kombinasi saham-saham yang dapat dipilih untuk kemudian dibentuk menjadi portofolio menjadi masalah yang muncul dalam berinvestasi saham. Terminologi rasionalitas investor dalam penelitian ini adalah bagaimana keputusan investor dalam menentukan saham-saham yang akan menjadi portofolionya. Tolok ukurnya adalah saham-saham kandidat pembentuk portofolio optimal melalui Single Index Model (SIM) dan Constant Correlation Model (CCM), dua metode pembentuk portofolio optimal. Jika investor mengalokasikan dananya lebih banyak di saham kandidat maka perilaku tersebut rasional. Dengan kata lain, jika terdapat perbedaan signifikan antara frekuensi rata-rata perdagangan saham kandidat dengan saham nonkandidat: terdapat rasional investor.

Penelitian ini menggunakan saham yang masuk di Indeks LQ-45 sebagai sampel. Saham-saham di Indeks LQ-45 merupakan saham yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar dan paling sering ditransaksikan. Periode pengamatan dimulai dari Februari 2005-Desember 2009. Hasil analisis portofolio menunjukkan terdapat 18 saham kandidat berdasar SIM dan 16 saham kandidat berdasar CCM. Dua hipotesis akan diuji: rasionalitas investor berdasar SIM dan rasionalitas investor berdasar CCM.

Bukti empirik menyatakan bahwa tidak terdapat rasionalitas investor dalam pemilihan saham dan pembentukan portofolio, baik berdasar konstruksi SIM maupun konstruksi CCM. Uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara frekuensi rata-rata perdagangan saham kandidat dengan saham non kandidat

Due to stock investment, rational investor will invest their funds on optimal portfolio, portfolio which provides high expected return with minimum risk. The next question is on which stocks investor should invest whereas unlimited combination of stocks available to pick. Rational investor terminology in this research is how investor makes decision on which stocks they should invest. Candidate stocks generate from Single Index Model (SIM) and Constant Correlation Model (CCM), two models of optimal portfolio analysis, used as proxy rational action. If investor allocates their fund more on candidate stocks than non candidate stocks, there rational action is exist. In other words, if there is significant difference of average trading volume between candidate stocks and non candidate stocks: rational investor is exist.

This research covers securities on LQ-45 Index as sample, which have greatest market capitalization and most liquid trading frequency. Observation period begin from February 2005-December 2009. As a result, there are 18 stocks from sample make up the optimal portfolio based on SIM, while 16 stocks form optimal portfolio based on CCM. Two hypothesis being tested: investor rationality based on SIM construction and investor rationality based on CCM construction.

Empirical evidence indicates that rational action from investor does not exist, both SIM and CCM. Hypothesis testing by using Mann-Whitney Test showed there is no significant difference of average volume trading between candidate stock and non candidate stocks.

Kata Kunci : investor rationality, optimal portfolio, SIM, CCM, rasionalitas investor, portofolio optimal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.