KEMAMPUAN PREDIKSI FAKTOR SITUASIONAL DAN FAKTOR INDIVIDUAL PADA PERILAKU KECURANGAN PELAPORAN
RAFINDA, ASCARYAN (Adv.: Mahfud Sholihin, Dr., M.Acc.), Mahfud Sholihin, Dr., M.Acc.
individual pada perilaku kecurangan pelaporan. Eksperimen dilakukan kepada 64 mahasiswa S1 Akuntansi yang dibagi kedalam empat kelas berbeda. Setiap kelas mendapatkan manipulasi yang berbeda pada faktor situasional. Faktor situasional berupa otoritas atasan dan kondisi sosial dimanipulasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perilaku kecurangan, faktor individual berupa tingkat penalaran moral diukur menggunakan DIT. Partisipan mengikuti dua sesi eksperimen, sesi pertama dilakukan untuk mengukur tingkat penalaran moral individu, sesi kedua dilakukan untuk mengukur perilaku kecurangan pelaporan yang dilakukan oleh partisipan. Analisis dilakukan dengan membandingkan kesalahan prediksi kedua faktor terhadap perilaku kecurangan pelaporan. Hasil analisis ditemukan bahwa faktor situasional memiliki kesalahan prediksi lebih kecil dibandingkan faktor individual. Hal tersebut membuat faktor situasional menjadi faktor yang lebih baik dalam memprediksi perilaku kecurangan pelaporan dibandingkan faktor individual. Dengan ditemukannya bahwa faktor situasional sebagai faktor yang dapat lebih memprediksi perilaku kecurangan pelaporan dibandingkan faktor individual, maka organisasi yang ingin mengurangi atau menghilangkan perilaku kecurangan pelaporan di lingkungannya dapat dilakukan dengan berfokus lebih dalam pada faktor situasional dibandingkan faktor individual.
The aims of this research is to compare the predictive power of situational factors and individual factors on misreporting behavior. The experiments done to 64 undergraduate students divided into four classes. Each class gets a different manipulation on situational factors. The situational factors is the superiors authority and social conditions. Both of them are manipulated to determine its effects on misreporting behavior, while individual factors measure by DIT to classify moral reasoning level. Participants attended two sessions of experiment, the first session was conducted to measure the level of moral reasoning, second session was conducted to measure the misreporting behavior that done by the participants. The analysis is done by comparing error prediction on both factors. Analysis found that the situational factors have smaller error prediction than individual factors. It makes situational factor better than individual factor to predict misreporting behavior. By the discovery that situational factor as a better prediction on misreporting behavior than individual factor, it imply to organization which want to reduce or eliminate misreporting behavior should focusing deeper upon the situational factor than individual factor.
Kata Kunci : Perilaku Kecurangan Pelaporan, Faktor Situasional, Faktor Individual, Misreporting Behavior, Situational Factor, Individual Factor