Pengaruh Tata Kelola Perusahaan Terhadap Intellectual Capital Disclosure Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
RACHMAWATI, RESTI LAILY (Adv.: Laurentius Suparwoto, Drs., M.Sc., CMA), Laurentius Suparwoto, Drs., M.Sc., CMA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variabel-variabel tata kelola perusahaan terhadap pengungkapan modal intelektual dengan sampel 60 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen yang diuji dalam penelitian ini terdiri atas berbagai bentuk struktur tata kelola perusahaan yaitu: (1) komposisi dewan komisaris, (2) konsentrasi saham, (3) ukuran komite audit, dan (4) frekuensi rapat komite audit.
Dalam menganalisa data, penulis menggunakan statistik deskriptif, content analysis, dan model regresi berganda. Dari empat variabel yang diuji, hanya komposisi dewan komisaris yang tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan modal intelektual di Indonesia. Hasil penelitian juga meneukan bahwa semua perusahaan sampel telah mengungkapkan modal intelektual yang mereka miliki dalam laporan tahunan. Walaupun begitu, rata-rata tingkat pengungkapan modal intelektual di Indonesia hanya sebesar 46,93% atau dengan kata lain, rata-rata perusahaan di Indonesia baru mengungkapkan separuh dari keseluruhan item pengungkapan modal intelektual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia sadar mengenai pengungkapan modal intelektual, akan tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengukur, melaporkan, dan mengungkapkan informasi tersebut dalam laporan tahunan perusahaan.
This research aimed to analyze the effect of corporate governance variables towards intellectual capital disclosure for a sample of 60 Indonesian public listed companies. The independent variables tested in this research comprise various forms of corporate governance structure: (1) board composition, (2) share concentration, (3) size of audit committee and (4) frequency of audit committee meetings.
The descriptive statistics, content analysis and multiple regression model were performed to analyze the data. Out of 4 variables tested, only board composition has insignificant relationship in influencing the level of intellectual capital disclosure in Indonesia. The result also found that all of the selected companies disclosed intellectual capital in their annual reports. However the extent of the intellectual capital disclosure among Indonesian companies is still relatively low about 46,93 percent. This result revealed that most of Indonesian companies are aware about the intellectual capital disclosure, however, they are not aware on how to measure, report and disclose this information in their annual report.
Kata Kunci : corporate governance, intellectual capital disclosure, annual report, content analysis.