Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT DI BANK PEMERINTAH

Putu Juana Wiraatmaja (Adv : Dr. Faried Wijava Mansoer), Dr. Faried Wijava Mansoer

2015 | Tesis | S2 MEP

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk

mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit di bank bank pemerintah terutama jumlah dana pihak ketiga baik dalam rupiah maupun valuta asing, jumlah kantor bank, tingkat suku bunga kredit (modal kerja), tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi (indeks harga

konsumen) Penelitian ini menggunakan data sekunder (time series data) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia antara lain Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia, Laporan mingguan Bank Indonesia dari berbagai edisi dari bulan November tahun 1988 sampai dengan bulan Desember

1996. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan model penyesuaian parsial : PAM

Ada beberapa temuan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu :

Perubahan jumlah dana pihak ketiga akan dapat meningkatkan

permintaan kredit untuk jangka pendek sebesar 0,0917 persen dan jangka panjang sebesar 0,8650 persen(signifikan), perubahan jumlah kantor bank dapat meningkatkan permintaan kredit untuk jangka pendek sebesar

0,0008 persen dan jangka panjang sebesar 0,0075 persen, dari uji statistik bahwa jumlah kantor bank tidak mempunyai pengaruh secara nyata terhadap permintaan kredit(non signifikan), perubahan tingkat bunga SBI dapat meningkatkan permintaan kredit untuk jangka pendek

sebesar 0,0331 persen dan jangka panjang sebesar 0,3122

persen(signifikan), Perubahan tingkat suku bunga kredit dapat menurunkan permintaan kredit untuk jangka pendek sebesar 0,0555 persen dan jangka panjang sebesar 0,5235 persen(signifikan) dan perubahan tingkat inflasi dapat mengurangi permintaan kredit untuk jangka pendek sebesar 0,0062 persen dan jangka panjang sebesar 0,0584 persen(signifikan).

This research aims to know affected factors demand of credit at state banks in Indonesia about the outsatnding fund in rupiah and foreign exchange, number of bank offices in Indonesia, credit interest rate(working Capital), the interest rate on SBI and the level of inflation (Consumer Price Index)

This research uses time series data published by Bank Indonesia, namely the statistics of Indonesian economy and finance and bank Indonesia weekly report of various editions from November 1988 to December 1996. The analysis method used in this research is partial adjusment model (PAM)

The results of this research are : the changing of outstanding fund can increase short term demand of cerdit as much as 0,0917 percent and long term demand as much as 0,8650 percent (significant), the changing number of bank offices can increase short term and long term demand of

credit as much as 0,0008 percent and 0,0075 percent. From statistic test, it can be seen that number of bank offices do not significantly influence demand of credits, the interest rate of SBI can increase short term and

long term demand of credit as much as 0,0331 percent and 0,3122 percent (significant). The interest rate of credit can reduce short term and long term demand of credit as much as minus 0,0555 percent and minus 0,5235 percent (significant) and the level of inflation can reduce short term and long term demand of credit as much as minus 0,0062 percent and minus 0,0584 persen (significant).

Kata Kunci : Kredit, Bank Pemerintah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.