Relevansi Nilai Informasi Akuntansi Bagi Penilaian Harga Saham Perusahaan Publik di Indonesia
Putu Indrajaya Lembut (Pemb : Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
Penelitian ini membahas relevansi nilai informasi akuntansi yang didasarkan pada laporan keuangan bagi penilaian ekuitas. Konteks penelitian, seperti dalam analisa, penulis berusaha untuk mengidentifikasi dan menguji relevansi nilai yang dicerminkan dalam model-model penilaian. Berdasarkan pada literatur Badan Standardisasi Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Setting) bahwa laporan keuangan hendaknya konsisten dengan SF AC No.1 dan SF AC No.5 bahwa laporan keuangan harns memberikan informasi yang bermanfaat bagi banyak investor dan kreditor untuk membuat keputusan investasi dan bisnis seeara rasional. Maka keputusan tersebut melibatkan suatu penilaian terhadap nilai-nilai pernsahaan yang mempunyai relevansi.
Pada paper ini, penulis mengoperasionalkan penelitian ini dalam dua cara yaitu pertama, mengukur dan mengidentifikasi nilai pemicu (berdasar set variabel-variabel keuangan) yang bermanfaat dalam penilaian sekuritas dan selanjutnya menguji hipotesis dengan mengestimasi relevansi nilai dari variabel-variabel ini. Kedua, mengidentifikasi dan menganalisa asosiasi model penilaian dalam menentukan dan mengevaluasi harga saham. Penulis juga mengajukan pemenuhan terhadap kriteria kesesuaian model penilaian berdasarkan kondisi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data historis untuk tahun 1991- 20OO dengan 95 perusahaan manufaktur untuk masing-masing tahun pada Pasar Modal Indonesia.
Hasil pengujian, pertama, hasil membuktikan dukungan terhadap suatu pernyataan umum bahwa seeara umum investor adalah cenderung untuk menghidari risiko. Oleh sebab itu, jika terjadi ketidakpastian terhadap hasil maupun tingkat hasil masa depan yang akan mempengaruhi kas yang diterima investor, maka estimasi yang mempertimbangkan nilai-nilai yang mencerminkan pertumbuhan dan risiko justru tidak memberikan informasi yang baik terhadap investor bagi pertimbangan investasinya. Kata lain bahwa nilai relevan tersebut tidak mempunyai informasi. Investor lebih mengapresiasi tingkat hasil jangka pendek yang diharapkan dan aktifitas investasinya. Kedua, hasil dari pengujian terhadap model penilaian setelah dilakukan kontrol dengan kondisi krisis untuk memenuhi kriteria kesesuaian model (fit and goodness models) diperoleh hasil bahwa model penilaian laba ditahan dan dividen adalah dianggap paling tepat dengan kondisi di Indonesia.
This paper addresses the concern relevance of value accounting information based on the financial statements in equity valuation. In the context of such analysis, we identify and examine value relevan which is reflecting on the valuation models. Based on the literature that, for standard-setting purposes, it is consistent with SFAC No. I and SFAC NO.5 that information should useful (relevant) to present business environment and underlying potential investor and creditor in making rational investment or business decisions. Those decision can be affected by valuation about the relevance of corporate value. Why this issue is importance? Concern about decreased value relevance of financial reporting. The current reporting model does not appropriately recognize and measure the economic assets deployed to create shareholder value. This situation might result either because accounting standards and practices have remained stagnant while business has changed, or because accounting standards and practices have changed in ways that diverge from providing value-relevant information, or both.
On this paper, we operationalize focus in two ways; our first, measure and identify key value drivers (below a set of financial variables) to be useful in security valuation and examine hypothesis by estimating the value-relevance of these variables. Our second, we have analysis and identify valuation models in determining share prices. We also purpose that fit of goodness for valuation model which is appropriate in Indonesian capital market. This paper using historic data for 1991-2000. obtained 95 manufacturer companies for each year.
The result, first, our Findings strongly support that according to generally many investors are risk averse. If future outcomes are uncertain, then any estimation to consider which is retlecting growth and risk may not sufficiently well-informed. In other words, value relevant information might not. In fact, many investors most appreciate shortterm--outperformance in their investing activity. Second, the result examine the valuation models after controlling actually the economic crisis condition to comply with goodness of fit criteria, we obtained that Retairned Earnings and Dividend Model is appropriate in Indonesia.
Kata Kunci : Value relevance, valuation models, accounting information, goodness of fit, shortterm-outperformance, the economic crisis condition, relevansi nilai, model-model penilaian, informasi akuntansi, krisis ekonomi