Evaluasi alokasi raskin di kota Surakarta tahun 2007 dengan pendekatan vulnerability analysis dan mapping
Putro, Atmojo Bhayu (Adv. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.,Sc), Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.,Sc
Tujuan yang ingin dicapai oleh program raskin adalah uotuk memberikan perlindungan kepada keluarga miskin melalui bantmm beras bersubsidi guna memenuhi kebutuhan gizi dan mengurangi beban peogeluaran keluarga miskin. Penentuan keluarga miskin yang menjadi sasaran program raskin sering kali tidak tepat dilakukan. Penentuan sasaran yang tidak tepat ternyata memberikan dampak yang buruk terhadap pelaksanaan program raskin, banyak kebocoran yang terjadi, sehingga masyarakat yang seharusnya meoerima manfaat dari program itu menjadi tidak dapat menerima manfaat yang seharusnya didapatkan.
Penelitian ini bertujuan uotuk menentukan daerah atau wilayah di kola Surakarta yang dapat digolongkan sebagai daerah rawan pangan dengan menggunakan pendekatan VAM, yang akan digunakan sebagai peoentuan sasaran program raskin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data pentahapan keluarga di kota Surakarta tahuo 2006 dan data alokasi raskin kota Surakarta tahun 2007.
Hasil penelitian ini menuojukkan bahwa dari 51 kelurahan yang ada., terdapat 1 kelurahan dengan tingkat kerawanan tertinggi, 3 kelurahan dengan tingkat kerawanan tinggi, 8 kelurahan dengan tingkat kerawanan sedang, 12 kelurahan dengan tingkat kerawanan rendah dan 27 kelurahan dengan tingkat kerawanan terendah. Terdapat 41.660 keluarga yang menjadi target penyaluran raskin dengan prioritas yang lebih tinggi diberikan kepada 33.071 keluarga. Adanya perbedaan dalam jumlah raskin yang dialokasikan dengan keluarga yang menjadi sasaran, dengan jumlah keluarga sasaran yang lebih besar danl raskin yang dialokasikan. Sehingga dikhawatirkan adanya keluarga miskin yang tidak memperoleh raskin.
The goal of raskin program is to give the protection to the poor and vulnerable families by given the subsidized rice although they meet the nutrition need and reduce the poor families expenditure. Targeting the poor families eligible often not efficient. Bad targeting give the impact to the raskin program some of program benefit leaked to non needy families.
This research attempted to determine the area or region in Surakarta City that could be categorized into food vulnerability using VAM methods so they would be the target of raskin program. The data used in the research were secondary data consist of classification and leveling family data in all area in Surakarta City in the year 2006 and raskin allocation data in Surakarta City in the year 2007.
The Finding of this research indicated that of 51 areas observed, only I area could be categorized in highest vulnerability, 3 areas categorized in high vulnerability, 8 areas categorized in medium vulnerability, 12 areas categorized in low vulnerability and 27 areas categorized in lowest vulnerability. There are 41.660 families for raskin targeting with the highest priority given to the 33.071 families. There are gap between amount of raskin it's allocated and the J1:unilies targeted, families targeted bigger than amount of raskin allocated. So that frightened there are poor families didn't received the program.
Kata Kunci : Evaluasi, Alokasi, Raskin, Vulnerability Analysis and Mapping