The Social Role of Islamic Banking as a Determinant of Young Costumer Behavior
PUTRI SWASTIKA (pembimbing: Basu Swastha Dharmmesta, Prof., Dr., M.B.A.), Basu Swastha Dharmmesta, Prof., Dr., M.B.A.
Perkembangan perbankan syariah adalah sebuah fenomena di seluruh dunia. Perbankan syariah telah berkembang di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Di Indonesia, antara 1998-2001, aset perbankan syariah berkembang hingga 74% per tahun (secara nominal dari 479 triliun rupiah di 1998 naik menjadi 2.718 triliun rupiah di tahun 2001). Sebagai hasil dari perkembangan, perbankan syariah menghadapi kompetisi yang datang tidak hanya dari jendela syariah dari bank-bank umum komersial, namun berasal dari bank-bank syariah dan bank umu konvensional. Hal ini terjadi karena Indonesia adalah negara dengan sistem perbankan berganda yang memperbolehkan beroperasinya bank umum konvensional dan perbankan syariah.
Perbankan syariah mempunyai persamaan dengan Bank komersial umum, yaitu keduanya sama-sama menawarkan jasa yang sama dan memainkan peranan penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat. Namun, dibandingkan dengan Bank komersial umu, Perbankan syariah mencari sebuah transaksi yang adil dan bijaksana dalam pendistribusian modal, dengan syariah sebagai landasan kegiatannya. Menurut Cetak Biru Perkembangan Perbankan Syariah (Bank Indonesia, 2002), terdapat dua nilai-nilai yang dihargai dalam syari'ah: nilai mikro dan nilai makro. Nilai Mikro adalah pandangan atau nilai ke dalam tentang bagaimana sebuah bank memenej uang dengan intergritas yang tinggi dan aman, sementara nilai makro adalah nilai keluar dimana terdapat lima sifat agama yang harus diikuti dalam perilaku investasi. Karena ketatnya kompetisi Perbankan syariah, loyalitas nasabah mendapat perhatian yang lebih dan memainkan peran yang penting dalam menciptakan kesinambungan perusahaan.
Loyalitas nasabah, boleh jadi, bervariasi di antara segmentasi nasabah yang berbeda, dan setiap segmentasi membawa kulturnya masing-masing dimana kultur tersebut berpotensi untuk mempengaruhi seluruh prilaku konsumen. Salah satu segmentasi penting Perbankan syariah adalah nasabah muda. Bank Indonesia di dalam Cetak Biru Perkembangan Perbankan Syariah (2002) menekankan bahwa nasabah muda diharapkan menjadi Sumber Daya Insani (SDI) yang potensial, atau setidaknya menjadi nasabah Perbankan syariah. Lalu, memahami perilaku nasabah muda tentunya sangat dibutuhkan oleh Perbankan syariah untuk memenangkan kompetisi yang begitu berat. Lebih lanjut, penelitian terbaru tentang faktor-faktor utama penentu loyalitas terhadap institusi keuangan adalah peran sosial yang dilakukannya. Peran-peran sosial tersebut adalah kepuasan hubungan, kepercayaan, dan identifikasi, yang mana dipengaruhi oleh akibat hubungan, performa komersial, perilaku etika, dan perilaku kedermawanan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan hubungan memainkan peran yang besar dalam menentukan loyalitas nasabah muda, dimana performa komersial mempengaruhi kepuasan hubungan secara signifikan, diikuti oleh perilaku etika dan akibat hubungan. Perilaku etika mempengaruhi performa komersial dan kepercayaan juga. Kepercayaan mempunyai peran terbesar kedua dalam menentukan loyalitas, baru setelah itu identifikasi. Dan, perilaku kedermawanan mempengaruhi identifikasi secara signifikan.
Islamic banking is a worldwide phenomenon. It is developed in many countries, including in United States. In Indonesia, within 1998-2001 the asset growth of Islamic Banking was up to 74% per year (nominally from 479 billion rupiah in 1998 increased to 2.718 billion rupiah in 2001). As the result of development, Islamic banks can be expected to face competition not only from the Islamic windows of conventional commercial banks, but also from other Islamic banks and non-Islamic banks. It is so, because Indonesia is a country with dual-banking system that allows the operation of conventional banking and Islamic banking.
Islamic banks have similarities with the non-Islamic commercial banks in that both offer similar services and play a major role in the economic development of their societies. However, compared with non-Islamic commercial banking, Islamic banking seeks a just and equitable distribution of resources, and its activities are based on Shari'a. According to The Development of Islamic Banking Blueprint (Bank Indonesia, 2002), there are two respective values or perspectives of shari'a: micro and macro perspective. Micro perspective is an inner perspective on how should the bank manage the money with high integrity and preduent, while macro perspective is there are five religious features which must be followed in investment behavior. As the nature of competition of Islamic Banking is stiff, customer loyalty is getting more attention and play important role in company sustainability.
Customer loyaly may vary among different customer segments, and each segments carries its own culture where it has potential to influence on all consumer behavior. One of Islamic banking's important segments is young customers. Bank Indonesia in Blueprint of Islamic banking Development (2002) emphasized young customers as it is hoped that they can be the potential to advance Islamic human resource, or at least to be the customers of Islamic banking. Thus, understanding young customer behavior is certainly needed by Islamic Banking to win the stiff competition. Moreover, recent study of main determinants of loyalty toward a financial institutions is the social role of the financial institutions. The social role are relationship satisfaction, trust, and identification which are influenced by relational outcomes, commercial performance, ethical behavior, and philanthropic behavior.
The result of this research has shown that relationship satisfaction plays bigger role in determining loyalty of young consumer, whereas the commercial performance influences significantly on relationship satisfaction, followed by ethical behavior and relational outcomes. The ethical behavior influences also on commercial performance and trust. Trust has second biggest role in determining loyalty, where identification influences last. And, philanthropic behavior has significant influence on identification.
Kata Kunci : costumer Behavior, Islamic Banking