FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN E-GOVERNMENT UNTUK MENCIPTAKAN PEMERINTAHAN YANG AKUNTABEL
Putri, Septiara Silvani (Adv.: Sumiyana, Dr., M.Si., Drs., Ak.), Sumiyana, Dr., M.Si., Drs., Ak.
E-government telah diterapkan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Namun,tidak semua penerapannya berjalan optimal. Hal ini dikarenakan tiap wilayah memiliki keadaan yang beragam sehingga kendala yang dihadapi juga berbeda.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana informasi keuangan yang disediakan oleh pemerintah daerah pada e-government tiap propinsi dan untuk mengetahui faktor sosial baik eksternal maupun internal yang berpengaruh terhadap implementasi e-government di mana pemerintah daerah beroperasi.
Berdasarkan obyek penelitian, terdapat dua data penting yang diperlukan dari proses penelitian ini. Pertama, data primer melalui observasi terhadap kondisi nyata e-government di setiap pemerintah daerah tingkat daerah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 propinsi di Indonesia. Kedua, data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan.Variabel dependen yang digunakan adalah Keberhasilan implementasi e-government, sedangkan variabel independen yang digunakan adalah utang, PDRB perkapita, PAD, APS, Populasi, Surplus atau defisitnya APBD.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian melalui uji hipotesis dengan regresi logistik menunjukkan bahwa dari variabel independen yang digunakan (utang, PDRB perkapita, PAD, APS, Populasi, Surplus atau defisitnya APBD) hanya utang dan PAD yang memiliki pengaruh terhadap implementasi e-government. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa seperti halnya perusahaan, utang dan pendapatan merupakan komponen penting dari laporan keuangan yang wajib dilaporkan kepada stakeholder sehingga berpengaruh terhadap implementasi pelaporan keuangan secara online dalam e-government. Sementara keempat faktor lainnya masih berhubungan erat dengan kultur masyarakat Indonesia yang kepedulian akan transparansi keuangan daerahya masih rendah sehingga tidak mendukung implementasi pelaporan keuangan secara online.
E-government has been implemented invarious regency across Indonesia. However it is, not every application running optimally. This is because each regency has a various states of problems so that the problems they encountered are also different. The purpose of this study is to investigate the extent of financial information disclosure provided by the local government on e-government and to identify the external and internal social factors that affect the implementation of e-government in which local government operates.
Based on the object of research, there are two important data needed. First, primary data through observation of real conditions on e-government at every province. The sampel takes 33 provinces in Indonesia. Secondary data obtained from the study of literature. The dependent variabel used is the successful implementation of e-government, while the independent variables used are debt, GDP per capita, government income, education level, population, surplus or deficit on annual budget.
This study used logistic regression analysis. The results of the Research through hypothesis tested by logistik regression showed that partially and simultaneously fromindependent variablesused (debt, GDP per capita, government income, education level, population, surplus or deficit on annual budget) showed that only both government income and debt that has an influence on the succesful implementation of e-government. It means that just like in the company, debt and income is an important components of financial statements that must to be reported to the stakeholders. It affects the financial reporting implementation on e-government also. The other factors are closely related to the culture of Indonesians who has a low concern about the financial transparency so it does not support the financial reporting implementation on e-government
Kata Kunci : e-government, financial transparency, financial reporting, government income and debt, local government operates, pelaporan keuangan secara online