Laporkan Masalah

Nonfinancial Measures and Their Behavioral Consequences

PUTRI PARAMITA AGRITANSIA (Pembimbing: Mahfud Sholihin, Ph.D), Mahfud Sholihin, Ph.D

2010 | Skripsi | S1 Accounting

Seiring dengan berkembangnya kesadaran akan ketidakmampuan alat pengukuran kinerja keuangan dalam mengevaluasi proses kegiatan organisasi saat ini, baik bisnis maupun non bisnis, alat pengukuran kinerja non keuangan pun diperkenalkan. Saat ini, alat pengukuran kinerja non keuangan sudah dengan luas di implementasikan dalam berbagai organisasi. Hal ini di picu dengan munculnya kepercayaan bahawa alat pengukuran kinerja non keuangan memiliki kemampuan untuk dapat melengkapi kekurangan alat pengukuran kinerja tradisional yang sudah terlebih dahulu diimplementasikan, yaitu alat pengukuran kinerja keuangan.


Namun sayangnya, kurangnya bukti-bukti empiris berkaitan dengan bagaimana pengimplementasian alat pengukuran kinerja non keuangan dalam suatu organisasi berpengaruh terhadap pegawai atas keadilan prosedural dan perilaku pegawai, memberikan gambaran yang tidak jelas mengenai efek dari pengimplementasian alat pengukuran kinerja non keuangan dalam organisasi. Didorong oleh kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memberikan tambahan gambaran berkaitan dengan pengimplementasian alat pengukuran kinerja non keuangan terhadap keadilan prosedural dan perilaku pegawai dalam organisasi. Adapun dalam penilitian ini digunakan model dan sampel yang sedikit berbeda dari penelitian sebelumnya untuk dapat memberikan bukti yang lebih representative terutama di Indonesia.

Due to the rising awareness of the disabilities of financial performance measurement in evaluating todays organization, both business and non business, process, nonfinancial performance measurement was introduced. Recently, nonfinancial performance measurement has been widely implemented in organizations since it is believed that nonfinancial performance measurement has the

abilities to fulfill the inadequacies of the traditional performance measurement, the financial performance measurement.


In contrast, the lack of empirical evidence has made the relations between the implementation of nonfinancial performance measurement and both employees perceptions of procedural fairness and attitude functional of behavior is remaining unclear. Therefore, triggered by such condition, this study is presented by involving a pretty differ model and samples from previous researches in order to be able to present better evidence concerning the questionable relations, especially in Indonesia.

Kata Kunci : Nonfinancial measures, performance evaluation, managerial performance, procedural fairness, organizational commitment, trust, attitude functional of behavior.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.