Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta
Putri, I GAM Asri Dwija (Adv.: Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc), Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc
Tujuan Penelitian pertama adalah untuk mengetahui bahwa ada perbedaan antara perusahaan dengan kebijakan membagikan dividen dan tidak membagikan dividen dalam cash ratio (CR), perubahan cash flow (PCF), debt to equity ratio (DER), return on assets (ROA), earnings pershare (EPS), total assets turnover (TAT), pertumbuhan laba bersih (OE) dan pertumbuhan penjualan (OS) dan tujuan kedua untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Kebijakan dividen merupakan variabel dependen diproksi dengan dividend payout ratio dan dikotomi menjadi kebijakan membagi dividen kode 1, yang tidak membagikan dividen dengan kode O. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Metode analisis data menggunakan t-test dan analisis diskriminan.
Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata pada CR PCF, DER ROA. EPS, TAT, OE dan OS antara perusahaan dengan kebijakan membagi dividen dan tidak. HasH pengujian dari hipotesis 1 menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang membagi dividen dan yang tidak
membagi dividen. Faktor-faktor yang signifikan membedakan kedua kelompok tersebut adalah CR dengan signifikansi 0,007, DER dengan signifikansi 0,006 dan ROA dengan signifikansi 0,000. Secara bersama-sama model diskriminan dengan delapan variabel bebas tersebut signifikan dapat membedakan kedua kelompok tersebut dengan Chi-square 30,821 pada tingkat signifikansi 0,000.
Hasil pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor CR, PCF, DER, ROA, EPS, TAT, OE dan OS terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan F-test dan signifikansi jika dilihat satu-persatu dari variabel bebas yang paling berpengaruh dalam menentukan kebijakan dividen adalah CR dengan signifikansi 0,007, DER dengan signifikansi 0,006 dan ROA dengan signifikansi 0,000. Jika dilihat secara bersama-sama pengaruh dari kedelapan variabel bebas tersebut maka dapat dikatakan bahwa kebijakan dividen dapat dipengaruhi oleh kedelapan faktor terse but yaitu berdasarkan chi-square dengan tingkat signifikansi 0,000. Square canonical correlation (CR2) sebesar 11%, jadi variabel bebas hanya dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 11% dan 89% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak terindentifikasi dalam penelitian ini. engaruh yang lemah dari faktor-faktor tersebut terhadap kebijakan dividen kemungkinan disebabkan dasar pengambilan keputusan kebijakan dividen tidak semata-mata berdasarkan CR, PCF, DER, ROA, EPS, TAT, OE, dan OS namun ada banyak pertimbangan yang dipakai dasar. Kebijakan dividen sangat tergantung dari keinginan Rapat Umum Pemegang Saham. Kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen bukan menunjukkan kinerja perusahaan lebih baik dari perusahaan yang tidak membagikan dividen
The purposes of this study are firstly, to investigate whether there are differences between companies having policy of distributing and not distributing dividend in cash ratio (CR), cash flow changes (CFC), debt to equity ratio (DER), return on assets (ROA), earnings per share (EPS), total assets turnover (TAT), growth of earnings (GE) and growth of sales (GS); secondly, to investigate factors influencing the dividend policy. Dividend payout ratio is used as the proxy for dividend policy and is the dependent variable and dichotomized into policy that distributes dividend, code with 1, and that does not which is coded with O. Sample is taken using purposive sampling from manufacturing companies listed at Bursa Efek Jakarta. Data are analyzed using t-test and discriminant test.
The result shows that there are mean differences on CR, CFC, DER, ROA, EPS, TAT, GE and GS between companies with and without dividend policy. Result from testing hypothesis 1 shows that there is a significant difference between companies distributing and not distributing dividend. Significant factors differentiating the two groups are CR with significance of 0.007, DER 0.006 and ROA 0.000. Simultaneously, discriminant model with the eight independent variables could significantly differentiate the two groups with Chi square coefficient of30.821 at level of significance of 0.000 ..
The result of hypothesis 2 testing shows that there are significant influences from CR, CFC, DER, ROA, EPS, TAT, GE and GS on dividend policy. According to Ftest and the significance level, partially, CR is the independent variable that mostly affects dividend policy with significance of 0.007, followed by DER with 0.006 and ROA with 0.000 level of significance. Simultaneously, it could be concluded that dividend policy is influenced by all the eight independent variables, i.e. based on chi- square with level of significance of 0.000. Square canonical correlation 11 percent, thus the independent variables could only explain 11 percent of the dependent variable. The rest of 89 percent is explained by other factors not identified in this research. This weak influence is probably due to the decision of dividend policy is not only based on CR, CFe, DER, ROA, EPS, TAT, GE and GS, but also other considerations, like the interest of shareholders. The capacity to distribute dividend does not automatically mean that the company which distributes dividend performs better than that does not
Kata Kunci : Kebijakan deviden, rasio keuangan, diskriminan, Devident pollicy, Financial rettions, deskriminant, cash ratio, cash flow