Laporkan Masalah

Analisis Fundamental Untuk Menaksir Nilai Intrinsik Saham PT Aneka Tambang Tbk.

PUTRI, DIAN MANDASARI (Adv.: Suad Husnan, Dr., M.B.A.), Suad Husnan, Dr., M.B.A.

2013 | Skripsi | S1 Management

Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan alam yang melimpah. Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah kekayaan potensi mineral bahan galian pertambangan, dikarenakan letak Indonesia yang berada dalam wilayah fenomena geologi “ring of fire”, yang merupakan indikator terdapatnya endapan-endapan mineral. Selama ini sektor industri pertambangan terbukti memberi sumbangan signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sektor pertambangan terbukti telah berperan cukup besar dalam pembangunan ekonomi nasional, seperti sumber penerimaan negara dan penghasil devisa, penghasil bahan baku untuk keperluan industri dalam negeri dan dan untuk membangun prasarana dan sarana sosio ekonomi, mengembangkan daerah-daerah terpencil, membangkitkan geliat perekonomian masyarakat, dan membawa kemajuan yang signifikan pada wilayah yang belum tersentuh, seperti pengembangan teritorial dan pengembangan sarana perhubungan.

Melihat pentingnya sektor pertambangan bagi perekonomian Indonesia dan pasar modal Indonesia mendorong penulis untuk melakukan penelitian saham pada salah satu perusahaan pertambangan di Indonesia, yaitu saham PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pemilihan saham ini berdasarkan kriteria yaitu, saham ANTM termasuk saham yang likuid (mudah diperjualbelikan) terbukti dengan saham Antam yang selalu masuk dalam daftar LQ 45 selama periode 2008-2013.

Penelitian ini bertujuan untuk menaksir nilai intrinsik saham ANTM dengan menggunakan pendekatan analisis fundamental, dengan metode Dividend Discount Model (DDM) dan metode Relative Valuation ( Price to Earning Ratio dan Price to Book Value). Nilai intrinsik saham yang diperoleh dari hasil analisis ini kemudian dibandingkan dengan harga pasar yang berlaku, dan akan ditentukan apakah nilai tersebut undervalued, overvalued, ataukah sudah sebanding dengan nilai pasarnya.

Hasil penelitian dengan metode DDM diperoleh taksiran nilai intrinsik saham ANTM sebesar Rp. 2.402,55, sedang harga pasar saham tanggal 01 Mei 2013 adalah sebesar Rp. 1.330,00. Berdasar hasil perhitungan nilai intrinsik saham menggunakan metode DDM, per harga saham ANTM per tanggal 01 Mei 2013 mengalami undervalued. Hasil penilaian dengan menggunakan relative valuation diperoleh hasil sebagai berikut : nilai PER teoritis ANTM adalah 7,6565 kali, sedangkan PER aktualnya 4,2389 kali, dan untuk PBV teoritis ANTM adalah 1,7859 kali, sedangkan PBV aktualnya adalah 0,988 kali. Berdasar hasil tersebut, nilai intrinsik saham ANTM dengan metode relative valuation juga mengalami undervalued.

Indonesia is an archipelago with abundant natural resources. One of Indonesia's natural wealth is the wealth of mineral potential, mineral mining, due to the location of Indonesia, which is within the geological phenomenon "ring of fire", which is an indicator of the presence of mineral deposits. The mining industry has given a significant contribution to the Indonesian economy. The mining sector has proven to play a considerable role in the development of national economy, such as the source of state revenue and foreign exchange earner, producing raw materials for domestic and industrial use and to build socio-economic infrastructure, develop rural areas, stretching evoke the economy, and brought significant progress in the areas that have not been touched, such as territorial development and the development of means of transportation.

Realizing the importance of the mining sector to the economy of Indonesia and the Indonesian capital market prompted the authors to conduct stock research on one of the mining companies in Indonesia, namely PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM). The stock selection is based on criteria that ANTM is including as one of liquid stocks (easily traded) as evidenced by ANTM stock that always included in the LQ 45 during the period 2008-2013.

This research aims to assess the intrinsic value of stock ANTM using fundamental analysis approach, the method of the Dividend Discount Model (DDM) and method of Relative Valuation (Price to Earning Ratio and Price to Book Value). The acquired results from this analysis then will compared to the prevailing market price of the share, and it will be determined whether the value is undervalued, overvalued, or is proportional to its market value.

The result obtained with the DDM method estimates the intrinsic value of ANTM is Rp. 2402.55, while the market price of the stock on May 1, 2013 is Rp. 1330.00. Based on the calculation of the intrinsic value of the stock using the DDM, ANTMÂ’s share price as of May 1, 2013 is undervalued. Assessment results using relative valuation obtained the following results: ANTMÂ’s theoretical PER value is 7.6565 times, while the actual is 4.2389 times, and PBV theoretical for ANTM is 1.7859 times, whereas the actual is 0.988 times. Based on these results, the intrinsic value of ANTM by using relative valuation methods is also experiencing undervalued.

Kata Kunci : penilaian saham, analisis fundamental, stock valuation, fundamental analysis, dividend discount model, relative valuation, price to earning ratio, price to book value, undervalued, overvalued


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.