Analisis pengaruh karakteristik sasaran penganggaran terhadap kinerja manajerial studi empirik bank-bank di daerah Istimewa Yogyakarta
Putri, Caesar Marga (Adv.: Arief Surya Irawan, SE.,M.Com.,Ak), Arief Surya Irawan, SE.,M.Com.,Ak
Di dalam suatu perusahaan proses perencanaan (planning), pengendalian (controlling) dan pengambilan keputusan (decision making) sulit untuk dipisahkan
karena ketiga proses tersebut memiliki peranan yang penting dalam pengelolaan
suatu perusahaan. Manajemen harus mampu menciptakan strategi-strategi yang
baik serta mampu mengimplementasikan dalam program-program guna mencapai
tujuan dan sasaran perusahaan. Perencanaan strategis memiliki banyak manfaat
penting dalam memfasilitasi alokasi sumber daya yang optimal, karena dengan
perencanaan strategis akan dipilih strategi-strategi utama bagi perusahaan yang
nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan anggaran (budgeting). Perencanaan strategis memfokuskan pada aktivitas-aktivitas jangka panjang sedangkan anggaran memfokuskan pada aktivitas jangka pendek.
Anggaran merupakan alat perencanaan dan sekaligus alat penegendalian. Salah satu fungsi anggaran sebagai alat pengendalian menunjukkan bahwa anggaran itu mengukur kinerja manajerial (manajerial performance). Dengan membandingkan antara kinerja aktual dengan tingkat kinerja yang ditargetkan, sehingga akan terlihat efektifitas dan efisiensi dari kinetja manajerial. Dalam Penganggaran harus diperhatikan keterlibatan aspek perilaku manusia karena anggaran akan mempunyai dampak terhadap perilaku manusia terutama bagi orang-orang yang terlibat dalam penyusunan anggaran. Aspek perilaku manusia yang terlibat dalam penganggaran ini, dirinci dalam karakteristik sasaran penganggaran yang meliputi: budgetary participation, budget goal difficulty, budgetary evaluation (supportive and punitive), budgetary feedback, budget goal clarity. Dari kelima aspek tersebut dapat dikatakan bahwa anggaran sangat potensial sebagai alat manajerial yang bermanfaat karena anggaran berpengaruh langsung terhadap individu-individu dalam organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik sasaran penganggaran terhadap kinerja manajerial, studi empirik bank-bank di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini
adalah karakteristik sasaran penganggaran yang dijabarkan dalam enam variabel
independen komponen dari karakteristik sasaran penganggaran. Adapun variabel
dependen adalah kinerja manajerial.
Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer/kepala bagian/divisi yang terlibat dalam penyusunan anggaran bank pada bank-bank di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu para manajer/kepala bagian/devisi bank umum (konvensional dan syariah) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk mengungkap partisipasi dalam penganggaran, tingkat kesulitan sasaran penganggaran, evaluasi anggaran secara dukungan (supportive), evaluasi anggaran secara hukuman (punitive), umpan balik (feedback) anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan Kinerja manajerial.
Hasil penelitian menunjukkkan bahwa karakteristik sasaran penganggaran berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial baik secara parsial maupun bersama-sama. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi diperoleh t hitung yang lebih besar dari table dan F hitung sebesar 13.266, signifikansi 0.000 dan adjusted R2 sebesar 0.654 dari analisi regresi diperolah persamaan:
Y=-40.348 +0.559 X1 +0.768 X2 +0.528 X3 +0292 X4 +1.1211 X5 + 0.402 X6.
Kata Kunci : Budgeting, Manajemen Anggran, Kinerja manajerial, planning, controling, budget, budgeting, managerial performance, karakteristik sasaran penganggaran.