Laporkan Masalah

Pengaruh Desentralisasi Fiskal Dan Faktor Spesifik Regional Terhadap Ketimpangan Antara Kabupaten/Kota di Indonesia

PUTRA, RISKI RAISA (Adv.: Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc.), Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Desentralisasi fiskal merupakan salah satu kebijakan yang revolusioner dalam sejarah Dunia. Kebijakan ini memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah yang tujuannya untuk mengurangi ketimpangan. Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata perekonomian global, di sisi lain Indonesia mememiliki ciri khas tersendiri dalam penerapan desentralisasi. Penelitian ini menggunakan estimasi panel fixed effect untuk melihat hubungan desentralisasi fiskal terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal cenderung mmenurunkan ketimpangan pendapatan di kabupaten dan kota di Indonesia. Penelitian ini juga menemukan Dana Alokasi Umum sebagai salah satu instrument desentralisasi fiskal memiliki hubungan negatif terhadap pemerataan di Indonesia. Diperlukan adanya kebijakan desentralisasi yang mengutamakan strategi big push untuk daerah terbelakang dengan pembangunan infrastruktur dan jaringan komunikasi, pemanfaatan belanja pemerintah yang efektif dan efisie, dan pengembangan sumber daya manusia, serta penambahan fasilitas pendidikan.

Fiscal decentralization becomes one of the most revolutionary policies in worldÂ’s history. Fiscal responsibility shifting to lower level governments is to reduce imbalances. Indonesia is one of country which has economic growth rate below the globalÂ’s. This study examines the relationship between fiscal decentralization and income inequality in Indonesia. By using panel data estimation this research confirms that further fiscal decentralization to subnational governments, to some extent, does have potential contribution to reduce income inequality in Indonesia. This research shows that number of income inquality in Indonesia relatively decreases after fiscal decentralization era. This research also shows that Grant (DAU) as instrument of Decentralization fiscal relatively increase income inequality in Indonesia. The more decentralized by big push strategy for underdeveloped area on infrastructure and communication improvement, improve local revenue from business and subnational government expenditure allocations should be effective and efficient for development especially for human capital improvement in rurals area.

Kata Kunci : human capital improvement, Fiscal decentralization, economic growth, income inequality, Desentralisasi fiskal, ketimpangan pendapatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.