Analisis Pengaruh Perubahan Fraksi Harga Pada Likuiditas Pasar Modal Di Indonesia (Studi Kasus Pada Tahun 2013-2014)
PUTRA, MADA SATRIA (Adv.: Agus Setiawan, Dr., M.Soc., C.M.A), Agus Setiawan, Dr., M.Soc., C.M.A
Tanggal 6 Januari 2014, Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan fraksi harganya sesuai dengan surat keputusan KEP-00071/BEI/.11-2013. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh perubahan fraksi harga pada likuiditas pasar modal di Indonesia dengan menggunakan parameter spread, depth, dan aktivitas perdagangan. Penelitian ini menggunakan data harian dan menemukan adanya penurunan spread, depth, serta peningkatan aktivitas perdagangan yang secara statistik signifikan. Hasil ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menemukan bahwa variabel kunci yang mempengaruhi perubahan likuiditas di pasar modal adalah tingkat harga saham. Ukuran aktivitas perdagangan berupa frekuensi, nilai transaksi, dan volume transaksi ditemukan meningkat secara signifikan pada kelompok saham harga tinggi. Sementara peningkatan aktivitas perdagangan pada kelompok saham harga rendah tidak setinggi seperti peningkatan aktivitas perdagangan pada kelompok saham harga tinggi. Penjelasan yang mungkin adalah ukuran fraksi harga pada kelompok saham harga rendah terlalu kecil pada kelompok saham harga rendah sehingga menurunkan minat investor untuk bertransaksi pada kelompok saham harga rendah.
On January 6, 2014, the Indonesia Stock Exchange (IDX) reduced its tick size according to SK KEP-00071/BEI/.11-2013. This study identifies the impact of the tick size reduction on the IDX bid-ask spread, depth, and trading activity. Using daily data, this study finds that the rupiah spread, percentage spread, dan depth decreased significantly. All of these findings are consistent with previous studies conducted in several different markets.
In contrast to previous studies, this study finds that the key variable in determining the difference in performance of IDX stocks following the tick size reduction is the price of the stock. Specifically, all the trading activity measures e.g. in the frequencies, transaction volume, and transaction value increased for high-priced stocks. Trading activity also increased for low-priced stocks but not as high as high-priced stocks. The possible explanation is that absolute tick size for low-prices stocks is too small, so decrease the investors willingness to trade
Kata Kunci : Bursa Efek Indonesia; likuiditas; fraksi harga, Indonesia Stock Exchange; liquidity; tick size