Analisis Ketimpangan Distibusi Pendapatan Antar Kecamatan Di Kabupaten Bekasi, 2003-2011
PUTRA, FRENKY PARAMA (Adv.: Samsubar Saleh, Prof. Dr. M.Soc.Sc), Samsubar Saleh, Prof. Dr. M.Soc.Sc
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan struktur perekonomian serta mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan antarkecamatan di Kabupaten Bekasi. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data PDRB, PDRB per kapita dan jumlah penduduk dari masing-masing kecamatan dan Kabupaten Bekasi selama sembilan tahun dari tahun 2002-2011. Alat analisis yang digunakan adalah Tipologi Klassen, Indeks Entropi Theil dan Indeks Jaime Bonet. Hasil analisis Tipologi Klassen, Kabupaten Bekasi dibagi menjadi empat kategori daerah yaitu (1) Kecamatan Cibitung, Cikarang Utara, dan Cikarang Selatan termasuk dalam kecamatan yang cepat maju dan cepat tumbuh, (2) Kecamatan Tambun Selatan dan Cikarang Barat termasuk dalam kecamatan maju tapi tertekan, (3) Kecamatan Sukatani, Cabangbungin, Karangbahagia, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Bojongmangu termasuk ke dalam kecamatan berkembang cepat, (4) Kecamatan Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Sukakarya, Tambun Utara, Tambelang, Pebayuran, Setu, Serang Baru, Cubarusah, Muara Gembong termasuk dalam kecamatan relatif tertinggal. Berdasarkan analisis ketimpangan Indeks Entropi Theil, diperoleh hasil bahwa ketimpangan distribusi pendapatan Kabupaten Bekasi yaitu rata-rata 0,30685 untuk Indeks Entropi Theil. Berdasarkan Indeks Jaime Bonet Kabupaten Bekasi terdapat tiga daerah yang memiliki (1) Kecamatan Cibitung, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan termasuk daerah yang memiliki PDRB kapita tinggi dan ketimpangan tinggi, (2) Kecamatan Tambun Selatan termasuk daerah yang memiliki PDRB kapita tinggi namun ketimpangan rendah, (3) Kecamatan Cikarang Barat, Sukatani, Cabangbungin, Karangbahagia, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Bojongmangu, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Sukakarya, Tambun Utara, Tambelang, Pebayuran, Setu, Serang Baru, Cubarusah, Muara Gembong termasuk daerah yang memiliki PDRB kapita rendah dan ketimpangan rendah.
This study aims to analyze the patterns and structure of the economy and the inequality of income distribution intersubdistrict Bekasi Regency. The data used are secondary data is data GDP, GDP per capita and population of subdistricts and Bekasi Regency for nine years from 2003-2011. The analytical tool used was Klassen Typology, Theil Entropy Index and Jaime Bonet Index. Klassen Typology analysis results, Bekasi Regency is divided into four categories: (1) Subistricts of Cibitung, North Cikarang, and South Cikarang included in the district that fast forward and fast growing, (2) Subdistricts of South Tambun and West Cikarang included in the subdistrict advanced but depressed, (3) Subdistricts of Sukatani, Cabangbungin, Karangbahagia, Kedungwaringin, East Cikarang, Central Cikarang, Bojongmangu belong to the subdistrict is growing fast. (4) Subdistricts Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Sukakarya, North Tambun, Tambelang, Pebayuran, Setu, Serang Baru, Cibarusah, Muara Gembong included in the subdistrict of relatively underdeveloped. Based on Theil Entropy Index of inequality analysis, the result that Bekasi Regency unequal distribution of income averaging 0.30685 for Theil Entropy Index. Based on Jaime Bonet Index, Bekasi Regency there are three areas that have (1) Subdistricts of Cibitung, Cikarang North and South Cikarang, including areas that have a high capita GDP and high inequality, (2) the District of South Tambun, including areas that have a high capita GDP but lower inequality, (3) Subdistricts of West Cikarang, Sukatani, Cabangbungin, Karangbahagia, Kedungwaringin, East Cikarang, Central Cikarang, Bojongmangu, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Sukakarya, North Tambun, Tambelang, Pebayuran, Setu, Serang Baru, Cibarusah, Muara Gembong including the area have a low capita GDP and low inequality.
Kata Kunci : Klassen Typology, Theil Entropy Index and Jaime Bonet Index.