BUDAYA PERUSAHAAN DAN INTENSITAS PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN: PENELITIAN EMPIRIS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN DI INDONESIA
Putra, Eka Priastana (Adv.Dr. Ainun NaIirn, MBA), Dr. Ainun NaIirn, MBA
Orang cenderung menempatkan budaya bisnis secara tidak proporsional (Nugroho,1998). Saat perusahaan mcngalami kegagalan, orang dengan mudah melihat budaya bisnis sebagai penyebabnya. Sebaliknya, saat perusahaan berhasil, orang cenderung terpaku pada tolok ukur yang sifatnya teknis seperti: pangsa pasar, tingkat keuntungan, tingkat pertumbuhan, inovasi, dll. Hal yang sering dilupakan orang adalah sukses operasional tidak secara otomatis dapat dicapai tanpa mendasarkan dirt pada budaya yang
hidup didalamnya. Ada banyak penelitian yang menguji pengaruh budaya terhadap kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan diukur dare laporan keuangan yang didasarkan pada standar akuntansi keuangan. Akan tetapi sejauh yang penulis ketahui belum ada penelitian yang menguji pengaruh budaya perusahaan terhadap intensilas peran akuntansi manajemen(1PAM)Rasyid (1998) menemukan bahwa liduk (Ida pecan akuntansi manajemen di perusahaan. Hal ini merupakan keanehan bagi akuntan; karena perusahaan tempat Rasyid
(1998) melakukan penelitian adalah sebuah perusahaan terbuka yang tnenguasai pasaran air minum dalarn kemasan di Indonesia. Penelitian ini menguji pengaruh bud.aya perusahaan terhadap 1PAM. Responden penelitian adalah general manajer/manajer pemasaran/manajer produksi/manajer
penelitian dan pengembangan. Diperoleh sampel 36 dart 288 kuesioner yang dikirim rnelalui mail survey (± 14%). Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan 1PAM dan bahwa
budaya perusahaan berpengaruh terhadap 'PAM. Beberapa implikasi clan kekurangan penelitian diuraikan dibagian akhir penelitian ini
People tend to judged business culture unproportional (Nugroho, 1998), When corporate failed, people blamed business culture. On the contrary, when corporate get a
success, people just look on technical quantitative matters: market share, profitability, growth, inovation etc. They forgot that operational success can't arrived without based on cultural inside. There are papers examine corporate culture effect on corporate performance. Corporate performance often measured by financial statement that based on financial accounting standard. But, as far as I know, there are no research examine corporate culture effect on intensity of management accounting role. Rasyid (1998) found that there was no role of management accounting. Accountant can viewed that is peculiar on the corporate that leading on bottled water in Indonesia. This paper examine cultural effect on intensity of management accounting role. Respondent are general manager/marketing manager/production manager/R
manager. I got 36 back from 288 mailed survey questionaire (± 14%). This paper conclude that there are different intensity of management accounting role and culture effect on intensity of Management accounting role. Sbme implications and limitations of this paper explained in the end of th is paper.
Kata Kunci : Budaya, Perusahaan, Intensitas, Akuntansi, Manajemen, Empiris, Perusahaan, Indonesia