Analisis Kinerja Keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia Tahun 1998-2002
Purwianto, Adi (Adv. Drs. Sugiarto, MBA., Acc.), Drs. Sugiarto, MBA., Acc.
PT Bank Muamalat Indonesia merupabn bank syari'ah yang pertama kali berdiri dan beroperasi di Indonesia secara Islam (syari'ah), sesuai prinsip AI-Qur'an dan Al-Hadist. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kinerja (performance) suatu bank secara umum dapat berupa keuangan maupun non keuangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja keuangan PT Bank Muamalat Indonesia dari tahun 1998 - 2002 dan bagaimana bila dibandingkan terhadap kinerja keuangan bank-bank konvensional/rasio industri perbankan pada tahun yang sama apakah Iebih baik atau Iebih buruk.
Instrumen penelitian yang dipakai untuk mengukur dan/ atau menganalisis kinerja (rasio) keuangan PT Bank Muamalat Indonesia meliputi aspek likuiditas, aspek solvabilitas, aspek rentabilitas, dan aspek operasi/ efisiensi usaha dimana setiap aspeknya tiga rasio.
Aspek likuiditas dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek yang berupa hutang-hutang jangka pendek perusahaan yang terdiri dari rasio quick ratio, loan to deposit ratio (LDR) atau banking ratio, dan loan to assets ratio. Aspek solvabilitas dimaksudkan mengukur kemampuan perusahaan untuk menyediakan dana pada saat nasabah menarik dananya, rasio yang dipakai meliputi capital adequate ratio (CAR), equity to assets ratio (primary ratio) dan equity to loan ratio (capital ratio). Aspek rentabilitas dimaksudkan mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba, sedang rasio rasio yang dipakai adalah return on assets (ROA), return on equity (ROE), dan gross profit margin (GPM). Aspek operasional/ efisiensi usaha dimaksudkan untuk mengukur kinerja manajemen bank apakah telah menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat guna dan hasil guna (efisiensi usaha), sedang rasionya meliputi leverage multipler ratio, asset utilazation ratio, dan operating ratio.
Teknik analisis yang digunakan terdiri atas teknik analisis internal dan analisis ekstemal. Teknik analisis internal dipergunakan untuk mengukur rasio-rasio keuangan dari tahun ke tahun (1998-2002) dan pertumbuhannya. Adapun teknik analisis ekstemal dipergunakan untuk mengetahui rasio keuangan PT Bank Muamalat Indonesia dibandingkan rasio industrinya. Rasio industri perbankan diperoleh dengan mencari nilai rata-rata (mean) dari bank-bank konvensional yang terpilih.
Dari berbagai perhitungan dan fluktuasi rasio-rasio keuangan PT Bank Muamalat Indonesia diketahui bahwa untuk aspek likuiditasnya baik quick ratio, loan to assets ratio dan loan to deposit ratio dari tahun 1998-2002 adalah cukup likuid terutama
untuk quick ratio yang mempunyai rata-rata rasio yang lebih dari 1,00 (100%), sedangkan aspek solvabilitasnya juga bagus karena selalu mempunyai ni1ai rasio yang positif (+) dan mempunyai Capital Adequate Ratio lebih besar dari yang persyaratan Bank Indonesia. lni berarti keberlangsungan hidup dan operasional Bank Muamalat tidak akan terganggu walau pun terjadi kegagalan pembayaran dari pihak ketiga (default). Dari aspek rentabilitasnya PT Bank Muamalat secara umum dati tahun ke tahun baik 1999, 2000, dan 2001 maupun 2002 memperoleh 1aba atau berasio positif untuk semua aspek rentabilitasnya baik ROA, ROE, dan GPM, hanya pada tahun 1998 Bank Muamalat mengalami kerogian atau berasio negatif. Untuk aspek operasinya Bank Muamalat memiliki rasio-rasio yang cukup bagus dan positif yang berarti Bank Muamalat secara operasional adalah efisien.
Secara ekstemal, kinerja keuangan Bank Muamalat dati tahun ke tahun secara umum lebih baik dari pada rasio industrinya atau bank-bank konvensional baik untuk aspek likuiditas, solvabilitas dan operasinya, akan tetapi untuk aspek rentabilitas tahun 1998 Bank Muamalat lebih rendah dibandingkan rasio industrinya.
Kata Kunci : Analisis Kinerja, Keuangan