Laporkan Masalah

Pengaruh Kolaborasi dan Evaluasi dalam Supply Chain pada Investasi Lingkungan di Level Produsen: study kasus pada Food Industry di JABOTABEK

Purwaningsih, Yulyana, Drs. Agus Achyari, M.B.A.

2006 | Tesis | S2 Management

Perhatian pada lingkungan telah menjadi isu pokok untuk organisasi manufaktur dengan menekankan kepada pihak manajemen dan mendorong untuk mengembangkan kebijakan yang sesuai dan implementasi yang terkait dengan kegiatan operasi yang mereka lakukan.Dalam menyikapi isu lingkungan, manajer diharapkan membuat investasi di tingkat perusahaan dalam manajemen lingkungan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mampu memenuhi harapan konsumen, manajemen lingkungan mengajukan tiga kategori, yaitu: pollution prevention, pollution control dan

sistem manajemen. Adanya kebutuhan untuk melakukan investasi di tingkat perusahaan dalam manajemen lingkungan mendorong perusahaan untuk melakukan kolaborasi dan evaluasi antar anggota suplly chain, karena perusahaan akan memperoleh: Pertama, perusahaan tidak akan mendapatkan perubahan struktural yang dapat mencegah polusi secara langsung dalam produk atau proses manufaktur akan tetapi akan terjadi pencegahan polusi dari anggota supply chain. Kedua, perusahaan akan melakukan pencegahan polusi dalam produk dan proses internal mereka termasuk kebijakan lingkungan yang proaktif dan komitmen dalam manajemen perusahaan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas kolaborasi dan evaluasi dalam supply chain pada investasi lingkungan. Subjek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdiri dari perusahaan Biscuit & Snack dan Bakery berjumlah 36 perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey dengan instrumen kuisioner. Metode statistik yang digunakan adalah hierarchical regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas kolaborasi antara pabrik dengan konsumen dan supplier berpengaruh signifikan pada investasi lingkungan yang dialokasikan pada pollution prevention masing-masing dengan nilai koefisien 0.18 (p<0.1) dan 0.583 (p<0.1). Peningkatan aktivitas evaluasi, hanya pada pabrik dan supplier yang berpengaruh signifikan terhadap investasi lingkungan dalam bentuk pollution control dengan nilai koefisien 0.258 (p<0.10) sedangkan untuk pabrik dengan konsumen tidak berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien 0.015 (p>0.1), terakhir penelitian ini menunjukkan peningkatan aktivitas kolaboasi dan evaluasi antara pabrik dengan konsumen dan supplier yang dialokasikan dalam pollution prevention maupun pollution control pada investasi lingkungan secara keseluruhan di level produsen berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien 0.920 (p<0.01). Hasil penelitian ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pabrikan dan home industry yaitu pada aktivitas kolaborasi dan evaluasi dengan konsumen masing-masing memiliki perbedaan dengan probabilitas sebesar 0.006 dan 0.01. Kata kunci: Kolaborasi, Evaluasi, Manajemen Supply chain, Investasi Lingkungan.

Environmental concerns was become the main issue for manufacturing organizations which focused to the management and enforced to make an appropriate policy and implementation related to the operations. Regarding to the environmental concern, hopefully the manager can make investment in the organization of environmental management which appropriate with the law concerning and can serve the consumers expectation; environmental management submitted three categories i.e. pollution prevention, pollution control, and management system. Necessity to make an investment in the organization level of environmental management enforces the organization to make collaboration and evaluation among the supply chain members, this because there are several points that will be received by the organization: First, there are no structural changes in the organization that can directly prevents the pollution in the product or manufacturing process but there will be a prevention from the supply chain members. Second, the organization will prevent pollution in their product and internal process including environmental policies which proactive and commit to the organization's management. The objective of research is to determine the impact of collaboration and evaluation activity from in the supply chain on environmental investment. The subject of study is Manufacture Company including Biscuit & Snack and Bakery for 36 companies. Data collecting using survey methods via questionnaire instrument. Statistical methods that used in the study are hierarchical regression. The result showing that increasing on collaboration plant and costumer and supplier has significant impact to environmental investment that allocated to pollution prevention 0.18 (p < 0.1) and 0.583 (p<0.01). The increasing in evaluation activity, only in plant with supplier that significantly to environmental investment in form pollution control 0.258 (p < 0.10), while for plant with costumer was not significant 0.015 (p > 0.1). The study increasing in activities of collaboration and evaluation between plant and supplier and costumers, allocated in pollution prevention and pollution control on environmental investment in level producer have 0.920 (p < 0.01). The result also, significant different at the plant and home industry that is at collaboration and evaluation activity with costumer with probabilities as 0.006 and 0.01.

Key Words: Collaboration, Evaluation, Supply Chain Management, Environmental Investment

Kata Kunci : Kolaborasi, Evaluasi, Manajemen Supply chain, Investasi Lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.