Relative Effeciency and Effectiveness Analysis on Educational Autcomes Within Provinces in Indonesia Primary and Secondary School in 2006-2011
PURNAMASARI, RIZKI NOVALIA (Adv.: M.Edi Purnawan, Dr., M.A.),
2013 | Tesis | S2 Economics
Pendidikan merupakan investasi pada sumber daya manusisa yang memerlukan sejumlah biaya agar dapat mencapai outcomes yang diharapkan, yaitu tercapainya pemerataan pendidikan (education for all children) dan pendidikan yang berkualitas. Kebijakan Pemerintah terkait dengan hal tersebut adalah dengan membuat komitment keuangan, yaitu menganggarkan minimum 20 persen dana APBN dan APBD untuk penyelenggaraan pendidikan. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis efisiensi dan efektifitas dari kebijakan Pemerintah tentang budget untuk pengeluaran di bidang pendidikan tersebut terhadap outcomes pendidikan, khususnya pada tingkat pendidikan dasar dan menengah antar provinsi di Indonesia.
Hasil penelitian dari semua model DEA menunjukkan bahwa provinsi Bangka-Belitung memiliki nilai efisiensi relatif 1 dibandingkan dengan provinsi lainnya pada periode setelah kebijakan pemerintah tentang minimum anggaran pendidikan 20 persen dari APBD diimplementasikan (2009-2011). Namun, provinsi-provinsi yang secara relatif dinyatakan berada di luar efficiency frontier, tidak serta-merta diartikan sebagai ketidakefisienan karena kemunginan factor lingkungan yang memberikan efekk negatif terhadap output pendidikan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kebijakan keuangan Pemerintah di bidang pendidikan tersebut mampu memberikan pengaruh yang significant terhadap tingkat partisipasi sekolah (APK-SD, APK-SMP, APM-SMA, dan APK-SMA) dan indeks pembangunan manusia.
Education as an investment in human capital needs a certain funding to expand educational outcomes, namely education for all children and educational quality. Recent policy that government made to achieve these goals is by given financial commitment of minimum 20 percent share of budget allocated for education. This study focuses in analyzing the relative efficiency and effectiveness of policy education expenditure to education outcomes at primary and secondary level of school within provinces in Indonesia.
This study finds that after the implementation of government policy of minimum 20 percent budget on education spending, Bangka-Belitung is found to be the only province at the production possibility frontier in second period (2009-2011) by all DEA models, which implies that Bangka Belitung is relative efficient (efficiency score equal to 1) compare to other provinces. However, provinces that are not in the efficiency frontier do not necessarily imply that they are substantial inefficiencies, likely it a negative effect on outputs caused by environment factors.
Moreover, this study also found that implementation of education spending policy has affect education outcomes both in enrolment rates (GER-SD, GER-SMP, NER-SMA and GER-SMA) and human development index.
Kata Kunci : education, spending, efficiency, effectiveness, enrolment, human development, pendidikan, biaya, efisiensi, efektifitas, APM, APK, pembangunan manusia