Laporkan Masalah

Analisis pengaurh proporsi deawn komisaris eksternal dan keberadaan komite audit terhadap reaksi pasar di sekitar tanggal pengumuman dividen

Purnama, Ariyanto Budi (Adv.: Prof. Dr. Jogiyanto HM., MBA), Prof. Dr. Jogiyanto HM., MBA

2013 | Tesis | S2 Accounting

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa kebijakan dividen sebagai mekanisme keagenan dapat diturunkan apabila kepentingan manajemen sejalan dengcn kepentingan pemegang saham. Dengan menggunakan keluamya peraturan Bursa Efek Jakarta (BEJ) No. I-A tahun 2000, hipotesis yang diajukan adalah: (1) semakin tinggi proporsi dewan komisaris ekstemal, semakin menurun reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen, (2) keberadaan komite audit akan menurunkan reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen, dan (3) semakin tinggi proporsi dewan komisaris ekstemal semakin rendah reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen dan reaksi pasar akan semakin rendah dengan adanya komite audit. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BE] pada tahun 2002, 2003 dan 2004. Sampel yang digunakan adalah 101 pengumuman dividen perusahaan manufaktur yang listing di BEJ tahun 2002 sampai 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purrposive sampling. Metode statistik yang digunakan adalah analisis berganda atau Ordinary Least Square (OLS).

Hasil penelitian menunjukkan proporsi dewan komisaris eksternal berpengaruh negatif terhadap reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen. Pengujian terhadap keberadaan komite audit menunjukkan keberadaan komite audit berpengaruh negatif terhadap reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen. Tetapi, penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa perusahaan dengan proporsi dewan komisaris eksternal yang tinggi didukung dengan keberadaan komite audit akan menurunkan reaksi pasar disekitar tanggal pengumuman dividen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan dividen sebagai mekanisme keagenan akan menurun dengan pemonitoran yang efektif yang dilakukan dari dalam perusahaan.

The objective of this research to improve that dividen policy as agency echanism can be decreased if menagement interest align with those shareholder interest. Use the Jakarta Stock Exchange (JSX) regulation No. I-A year 2000, the hyphothesis will examine are (1) more high outside board of commissioners proportion, more low market reaction around dividend announcement date, (2) the presence of audit committee will decrease market reaction around dividend announcement date, and (3) more high outside board of commissioners proportion, more low market reaction around dividend announcement date and market reaction will be lower with the presence of audit committee. The population used in this research are manufacturing firms that listing in JSX in 2002, 2003, and 2004. The sampel used in this research are 101 dividend announcement manufacturing firm that listing in JSX from years 2002 to 2004. Data collection conducted by purposive sampling and statistic method use ordinary least square (OLS). The result show that outside board of commissioners proportion have negative impact on market reaction around dividend announcement date. The presence of audit committee have negative impact 0!1 market reaction around dividend announcement date. But this research can't proof that firm with high outside board of commissioners proportion supported by presence of audit committee will decrease market reaction around dividend announcement date. This result conclude that divider. policy as agency mechanism will decrease with efective monitoring that conducted from inside of firm.

Kata Kunci : kebijakan dividen, reaksi pasar, dewan komisaris eksternal, dan komite audit, Dividend policy, market reaction, outside board of commissioners and audit committee.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.