Analisis Pengaruh Privatisasi terhadap Profitabilitas dan Efisiensi di Badan Usaha Milik Negara Indonesia
PURISAMNYA, ASHARIN (Adv.: Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A., CMA.), Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A., CMA.
Pada tahun 2007 , pemerintahan dibawah Susilo Bambang Yudhoyono berencana memprivatisasi 38 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) melalui berbagai metode privatisasi . Rencana ini kembali disinggung dalam Rencana Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk tahun 2012-2014 ( Renstra 2012-2014 ) , di mana diproyeksikan bahwa 20 BUMN akan diprivatisasi dalam jangka waktu tiga tahun . Rencana ini menimbulkan kontroversi dari berbagai pemangku kepentingan dalam hal apakah privatisasi benar akan membawa manfaat melebihi dari biaya.
Salah satu dari banyak tujuan pemerintah untuk melakukan privatisasi terhadap BUMN adalah untuk meningkatkan kinerja keuangan BUMN dalam hal profitabilitas dan efisiensi . Mengingat hal tesebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah tujuan tersebut sebenarnya dicapai . Penelitian ini membandingkan rasio-rasio keuangan seperti ROA , ROE, ROS , dan TATO sebagai proxy profitabilitas dan efisiensi antara pra - dan pasca - privatisasi . Penelitian ini mengambil sampel 17 BUMN diprivatisasi dari berbagai industri di Indonesia tahun 1991-2013 . Perbandingan dan penilaian pada signifikansi perbedaan sarana dilakukan menggunakan Paired - Sampel t -test .
Temuan penelitian menunjukkan bahwa alih-alih perbaikan , semua proxy menunjukkan kecenderungan menurun pada privatisasi . Analisis temuan akan dijabarkan lebih lanjut dalam karya tulis ini.
In 2007, the government under Susilo Bambang YudhoyonoÂ’s order planned to privatize a total of 38 State-Owned Enterprises (SOEs) through various methods of privatization. This plan was brought up again in the Strategic Plan of The Ministry of State-Owned Enterprises for the years 2012-2014 (Renstra 2012-2014), in which it projects that 20 SOEs are to be privatized within these three years. This plan of action yielded rather a controversy from various stakeholders in whether the privatization will bring more benefits than cost.
One of many objectives of the government to conduct privatization towards SOEs is to improve the financial performance of the SOEs in terms of profitability and efficiency. Given the stated objectives, the aim of this research is to test whether these goals are in fact attained. This research compares the financial ratios such as ROA, ROE, ROS, and TATO as proxies of profitability and efficiency between pre- and post-privatization periods. This study takes samples of 17 privatized SOEs from various industries in Indonesia in years 1991-2013. The comparisons and the assessment on the significance of difference of the means are conducted using Paired-Samples t-test.
The findings of this study showed that instead of an improvement, all the proxies show a declining trend upon privatization. The analysis of the findings will be outlined further in the paper.
Kata Kunci : privatization, profitability, State-Owned Enterprises, efficiency.