Laporkan Masalah

Pengungkapan Lingkungan Sebagai Sarana Legitimasi: Studi Eksperimen

PRIYUSTINA, NITIA (Adv.: Ertambang Nuhartyo, M. Sc., Ph. D., CMA), Ertambang Nuhartyo, M. Sc., Ph. D., CMA

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menguji secara empiris efektivitas pengungkapan informasi lingkungan yang besifat soft disclosure untuk menyelamatkan reputasi perusahaan yang kinerjanya buruk. Informasi soft disclosure adalah informasi yang tidak terkait dengan kinerja lingkungan perusahaan secara nyata, melainkan terkait dengan klaim atau komitmen semu yang bahkan dapat dibuat oleh perusahaan yang kinerja lingkungannya sangat buruk. Dengan kata lain, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya informasi lingkungan tersebut dapat digunakan untuk membuat kinerja lingkungan perusahaan yang buruk dianggap baik atau, dengan kata lain, melegitimasi kinerja lingkungan perusahaan yang tidak baik.

Penelitian ini dilakukan dengan metoda eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan melibatkan 91 orang mahasiswa S1 Akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ketika investor mendapat informasi yang sama mengenai perusahaan yang kinerja lingkungannya buruk dan berada dalam industri yang sensitif terhadap lingkungan, terdapat perbedaan keputusan investasi antara investor yang mendapatkan tambahan informasi lingkungan yang bersifat soft disclosure dengan investor yang tidak mendapatkannya.

The purpose of this study is to empirically examine the efectivity of disclosing soft disclosure environmental information, in order to save the reputation of a company whose environmental performance is not considered good. Soft disclosure information is information which is not related to the empirical environmental performance of the company, instead, it is related to mere claim or commitment that can be created even by a company with worst environmental performance. In other words, this study intended to examine whether certain environmental information can be used to make a fallacy into thinking a companyÂ’s bad environmental performance as an acceptable one, or, in other words, legitimizing the bad environmental performance.

This study is using experimental method. The experiment involves 91 undergraduate accounting students. The result suggests that, when investors get exactly same information about a company whose environmental performance is bad an operate in environmentally sensitive industry, there will be different investment decision between investors who get additional soft disclosure environmental information and those who do not.

Kata Kunci : environmental information, legitimation, reputation, environmental performance, informasi lingkungan, legitimasi, reputasi, kinerja lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.