Laporkan Masalah

Analisis Strategi Bersaing Dalam Penyerapan Dana Pihak Ke tiga Pada Industri Perbankan

PRIYAMANTO, AGUNG (Adv.: Supriyadi, Dr., M.Sc.), Supriyadi, Dr., M.Sc.

2013 | Skripsi | S2 Magister Management

Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi bersaing BRI dalam usahanya melakukan penyerapan dana pihak ketiga dari masyarakat.Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah tahun 2005 sampai dengan triwulan pertama tahun 2010. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi Bank Indonesia, laporan-laporan tahunan dan keuangan bank, serta artikel-artikel yang terkait dengan penelitian.

Dari hasil analisis eksternal dengan menggunakan five forces model, diketahui bahwa elemen kekuatan dalam industri perbankan memiliki daya tawar atau ancaman yang cukup tinggi, terlihat dari lima elemen, tiga elemen memiliki tingkat ancaman yang tinggi, yaitu kekuatan pembeli, pemasok dan tingkat persaingan dalam industri. Melalui strategic group mapping dapat diketahui bahwa BRI, BCA, Bank Mandiri dan BNI berada dalam strategic group yang sama. Analisis internal menemukan bahwa BRI merupakan bank dengan prioritas sektor mikro dan UMKM yang menjadi penghasil laba dan penyalur kredit

terbesar. BRI memiliki jaringan kerja fisik terbesar dan terluas, terutama di daerah terpencil, hal tersebut membuat BRI dikenal sebagai bank ‘pedesaan’. Namun BRI dinilai tertinggal dalam hal kualitas layanan terhadap nasabah dan implementasi TI, termasuk jumlah ATM yang dimiliki. Dari hasil analisis internal dan eksternal, formulasi strategi yang disarankan adalah broad differentiationstrategy, dengan memberikan suatu inovasi layanan yang akan

dinikmati oleh semua nasabah dengan latar belakang yang berbeda akan menjadikan BRI sebuah bank yang terdifferensiasi dengan keunggulan. Alternatif strategi yang lain adalah dengan memfokuskan penghimpunan dana pihak ketiga di daerah perkotaan, karena telah ditemukan dalam penelitian bahwa daerah pedesaan hanya mampu menjadi pangsa pasar kredit yang menjanjikan, namun tidak mampu menjadi pangsa pasar simpanan yang bagus. Apabila hal ini dilakukan maka, BRI akan memiliki dua kekuatan besar, penghimpunan simpanan yang tinggi di antara masyarakat perkotaan dan penyaluran kredit yang besar di

daerah pedesaan.

This study si aimed to analyze the competitive strategy in BRI attempt to absorb deposits from the public. Period of observation in this study is the year 2005 until the first quarter of 2010. Research conducted by collecting data from Bank IndonesiaÂ’s publications, financial and annual banks reports, as well as articles related to the research.

From the results of external analysis using the five forces model, it is known that the elements of strength in the banking industry has the bargaining power or the threat level is high enough, visible from three of the the five elements has a high threat level, which is the bargaining power of buyers, the bargaining power suppliers and competition within the industry. Through strategic group mapping can be known that BRI, BCA, Bank Mandiri and BNI are in the same strategic group. Internal analysis found that BRI is a bank with micro and SME sector priorities that produce the largest net profit and highest loan disbursement

in the nation. BRI has the largest and widestphysical working network, especially in remote areas, it makes the BRI is known as 'rural bank'. However, BRI is considered lagging behind in terms of quality service to itÂ’s customers and IT implementation, including the number of ATMs owned. From the results of internal and external analysis, strategy formulation, it suggests by using the broad differentiation strategy, by providing an innovative service that will be enjoyed by all customers with different backgrounds, will make BRI as a differentiated bank with excellence. Another alternative strategy is to focus on third party fund absorbment in urban areas, because it has been found in the research, that in rural areas credit has potential market, but is not capable of being a proper savings market. If this is done then, BRI will have two great power, high savings absorment among the urban communities and great credit disbursements in rural areas.

Kata Kunci : strategi bersaing, dana pihak ketiga, industri perbankan, BRI, competitive strategy, third party funds, banking industry


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.