Analisis Pengaruh Pemekaran Daerah Di Indonesia Terhadap Kemampuan Ekonomi dan Fiskal: Studi Kasus Sulawesi Barat
PRATAMA, IQBAL HIMMA (Adv.: Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc.), Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc.
Pemekaran daerah merupakan salah satu konsekuensi dari penerapan desentralisasi di Indonesia. Tujuan pemekaran tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah baru melalui pelayanan publik dan menciptakan daerah yang mandiri secara fiskal. Salah satu daerah hasil pemekaran di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Barat. Pemekaran di Provinsi tersebut dianggap tidak berhasil karena tingkat PDRB per kapita masyarakat yang relatif rendah dan angka ketergantungan fiskal yang tinggi. Menggunakan uji beda rata-rata, tipologi Klassen, indeks Williamson dan Theil, dan analisis data panel, akan dilakukan analisis perbedaan daerah Sulawesi Barat sebelum dan sesudah pemekaran dari kemampuan ekonomi dan fiskal. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa hanya variabel Indeks Pembangunan Manusia yang berbeda secara signifikan antara sebelum dan sesudah pemekaran. Hasil tipologi Klassen menunjukkan bahwa hanya kabupaten Polewali Mandar yang berubah secara tipologi. Hasil indeks Williamson dan Theil menunjukkan kecenderungan ketimpangan antar daerah meningkat sesudah terjadi pemekaran. Analisis data panel menunjukkan bahwa tingkat PDRB per kapita tidak siengaruhi secara signifikan oleh variabel dummy pemekaran, namun oleh variabel angka ketergantungan fiskal, Dana Bagi Hasil, dan Dana Alokasi Khusus.
Regional proliferation is impact from decentralization in Indonesia. The objectives from regional proliferation are to improve prosperity from public services and to improve fiscal capacity. One of the results from proliferation in Indonesia is Sulawesi Barat Province. The objectives of this policy are failing in some reasons, because PDRB per capita is relatively low and fiscal dependency is high. Using test of compare means, Klassen typology, Williamson and Theil index, and panel data analyze, will be analyzed the differences between before and after proliferation in Sulawesi Barat. The result from test of compare means is only Human Development Index after proliferation is higher than before. The result from Klassen typology is only Polewali Mandar shift the position of typology. The result from Williamson and Theil index is the tendency of disparity inclining. The results from panel data analyze are PDRB per capita is not depends on dummy pemekaran significantly but depends on fiscal dependency, Dana Bagi Hasil, and Dana Alokasi Khusus.
Kata Kunci : Pemekaran daerah, desentralisasi, uji beda rata-rata, tipologi Klassen, indeks Williamson dan Theil, data panel, Regional Proliferation, decentralization, test of compare means, Klassen typology, Williamson and Theil index, panel data.