Laporkan Masalah

Pengaruh penggunaan informasi akuntansi sebagai alat evaluasi kinerja dan budaya organisasi terhadap perilaku: manajer

Prastiwi, Andri (Adv. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA

2013 | Tesis | S2 Accounting

Pengukuran kinerja seharusnya bisa mencerminkan keseluruhan kegiatan dan atau hasil yang terkait dengan tugas yang diberikan. Oleh karena itu diperlukan ukuran kinerja yang lengkap. Kenyataan bahwa pengukuran kinerja lebih sering dilakukan dengan menggunakan ukuran kuantitatif seperti infonnasi akuntansi, yang hanya mencerminkan satu aspek saja yaitu aspek finansial. Hal ini dimungkinkan akan menimbulkan perilaku disfungsional/negatif, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak selaras dengan tujuan perusahaan. Meski bukan ukuran yang lengkap namun demikian dalam praktik ukuran ini masih sangat diandalkan.

Sesuatu yang harus dipikirkan adalah bagaimana menggunakan ukuran ini agar perilaku negatif bisa diminimalisir. Beberapa penelitian (Hopwood, 1972; Otley,1978; Hirst, 1981) mencoba menghubungkan variabel penggunaan infonnasi akuntansi (reliance accounting performance measure / RAPM variable) dan perilaku manajer dengan memasukkan variabel lain (ketidakpastian tugas I task uncertainty) untuk memperoleh gambaran bagaimana ukuran kinerja akuntansi dapat optimal untuk diterapkan. Penelitian ini masih mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan menghubungkan variabel RAPM dan perilaku manajer dengan memasukkan variabel situasi budaya organisasi.

Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner (survey questionaire).

Sebanyak 400 kuesioner disebar, dan diperoleh respon sebesar 19,5% atau 78 buah kuesioner dikembalikan. Dari jumlah tersebut. hanya 46 kuesioner yang dapat diolah. Analisis data menggunakan regresi berganda (multiple regression).

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik informasi akuntansi dinilai menjadi ukuran kinerja yang lebih lengkap dan oleh karenanya tidak menyebabkan perilaku disfungsional negatif pada perusahaan yang berorientasi proses, yang menganut sistem kontrol ketat dan yang bersifat normatif dibanding pada perusahaan yang berorientasi pada hasil, yang menganut sistem kontrol longgar dan yang bersifat pragmatis. Sedangkan pengaruh RAPM untuk perusahaan yang berorientasi pacta pekeIjaanlpegawai, yang menganut sistem terbuka tertutup dan yang bersifat profesional/parochial terhadap perilaku manajer, secara statistik bertentangan dengan hipotesa.

Performance measurement must reflect comprehensively the activities and or result that related with the task given. Because of that. it needs complete performance measure. In fact, performance is evaluated by using quantitative measure such as accounting information. This measure just reflects one aspect. that is financial aspect. The usage of the measure enable to cause dysfunctional/negative behavior that is the action or the attitude that not congruence to organizational purpose. Although, it is not a complete measure, the accounting information is used as one performance measures.

Something that must be thought is how we can use the measure as an instrument for measuring performance in order to minimize dysfunctional behavior. Some research (Hopwood, 1972; Otley, 1 978; Hirst,198l) tried to correlate the usage of accounting information variable (reliance accounting performance measure/RAPM variable) with manager behavior by combining the other variable to find description how the accounting performance measure can be applied optimally.

This research still tries to answer the problem by associating RAPM variable and situational variables (organizational culture) with manager behavior. Data is collected using questionaire. A number of 400 questionaires have been sent to respondents and 78 questionaires are back (rate of 19,5%). From that number, 46 questionaires can be processed. Data analysis uses multiple regression.

The result shows that accounting information is more complete performance measure and it won't lead to the dysfunctional behavior for organizational that oriented on process, applied tight control system and nonnative organizational than. the organizational that oriented on the outcome, applied loose control system and pragmative organizational. While the impact of the usage of accounting information performance measure to manager behavior in the organizational that oriented on employer/job, applied open/closed system and profesional/parochial organizational, statistically do not support the hypothesis.

Kata Kunci : Ukuran ktnerja akuntansi, budaya organisasi, perilaku disfungsional (negatif) / fungsional (positif)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.