Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Sebagai Usaha Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Yogyakarta
Prasetyo, Paiman Eko (Adv.: Dr. Arief Ramelan Karseno, MA), Dr. Arief Ramelan Karseno, MA
Tujuan utama kebijakan setiap negara yang sedang membangun diarahkan untuk mencapai kema_kmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Namun, untuk mencapainya sering dihadapkan pada masalah-masalah pokok seperti pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, kemisldnan dan ketidakberdayaan. Persoalanya, tindakan apakah yang perlu dilakukan untuk memacu industri kecil agar lebih mampu berkembang di masa yang akan datang?
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang paling dominan untuk mengembagkan industri kecil kerajinan sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat (empowerment). Dengan menggunakan metodologi. Participation Action Reseach (PAR) yang
melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya perajin kecil untuk ikut menjelaskan sebab-sebab ketidakberdayaannya dan bagaimana solusinya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik stratified random sampling terhadap 120 responden sampel rumah tangga perajin kecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pemasaran dan modal merupakan variabel inti dan pokok yang masing-masing mempunyai nilai elastisitas tertinggi terhadap pendapatan yakni sebesar 0.6189 dan 0.0698. Dengan demikian, apabila hendak mengembangkan industri kecil kerajinan yang dapat tercermin dengan semakin meningkatnya pendapatan, hendaknya diperioritaskan perhatianya untuk kedua factor pemasaran dan modal terlebih dahulu bare terhadap faktor lainya. Selain itu, faktor pemasaran dan faktor modal telah terbukti mampu memberikan sumbangan secara langsung yang terbesar terhadap pendapatan yakni masing-masing sebesar 0.8836 dari faktor pemasaran dan 0.0958 dari faktor modal.
The main pui pose of policy every developing country is aimed to reach the prosperity and welfare to the whole of the people. However it often faced to the major problems such as unemployment, the imbalance of income distribution, poverty and the lack of ability. The problem is what kind of measure must be done to push the small one in orders to be more able to expand in the future? The research is aimed at finding the dominant factors to develop the small-scale industry as an effort to empower the society. By using the methodology Participation Action Reseach (PAR) involving the active participation of the society, Especially to the small craftsmen to clarify the problems and how find the solution. The collecting is done by using the method of stratified random sampling against 120 respondents sample of the small-scale industrial housholds. The result of the survey shows that marketing factor and the capital factor belong to the core variable. Which each of them has the higest elastisity against the income to the amount of 0.6189 and 0.0698. Accordingly, to develop the small-scale industry as reflected on the increasing income, it is hoped to give priority to the both marketing factor and capital factor then to the other factor. Besides, the marketing factor and capital factor give on evidence to provide the biggest direct contribution against the income as much as 0.8836 from the marketing factor and 0.0958 from the capital factor.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Faktor Pemasaran, Faktor Modal, Empower, Market Factor, Capital Factor.