Analisis Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Earning Management Dimoderasi Konservatisma Akuntansi pada Perusahaan-perusahaan di Indonesia
PRANOTO, HERI KURNIADI SUGIYO , Prof. Dr. R.A. Supriyono, S.U., Ak.
2008 | Skripsi | S1 Extention - AccountingDalam teori keagenan, hubungan antara agen dan prinsipal dapat mengarah pada kondisi ketidakseimbangan informasi karena agen berada pada posisi yang memiliki informasi yang lebih banyak tentang perusahaan. Dengan asumsi bahwa individu-individu bertindak untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri, maka dapat mendorong agen melakukan manajemen laba. Namun, praktik manajemen laba dapat diminimalkan salah salah satunya oleh praktik good corpoarate governance. Disamping itu, prinsip konservatisma akuntansi juga diharapkan mempunyai peranan penting agar agen tidak melakukan manajemen laba. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh mekanisme good corporate governance yang ditujukan untuk mengurangi tingkat manajemen laba, (2) untuk menguji dan menentukan apakah konservatisma akuntansi dapat memoderasi pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba. Sebanyak 134 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2006 digunakan sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Mekanisme good corporate governance menggunakan lima prinsip dalam Pedoman Umum Good Corporate Governance di Indonesia yang dikeluakan oleh Komite Nasional Kebijkan Governance (KNKG), yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Variabel manajemen laba menggunakan proksi discretionary accrual dari Modifikasi Model Jones dan konservatisma akuntansi menggunaan variabel boneka dengan tingkat konservatisma akuntansi ditentukan oleh metode akrual dalam Model Givoly and Hayn. Metode statistika untuk menguji hipotesis pertama menggunakan regresi linear berganda dan hipotesis kedua menggunakan moderated regression analysis atau analisis regresi berjenjang. Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat responsibilitas dan kewajaran atas opini auditor mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat manajemen laba, namum ketepatwaktuan, tingkat kualitas pengungkapkan, akuntabilitas dan komisaris independen mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat manajemen laba. Hasil penelitian yang lain menunjukkan bahwa konservatisma akuntansi sebagai variabel pemoderasi mempunyai dua arah interaksi, yaitu interaksi positif dan interaksi negatif. Interaksi positif ditunjukkan oleh ketepatwaktuan, responsibilitasm dan kewajaran, tetapi interaksi negatif ditunjukkan oleh tingkat kualitas pengungkapan, akuntabilitas, dan indenpendensi. Namun secara simultan, konservatisma akuntansi mempunyai pengaruh negatif dalam memoderasi pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba, meskipun pengaruhnya tidak signifikan. Keyword: Mekanisme good corporate governance, manajemen laba, konservatisma akuntansi.
In the agency theory, the relationship between agent and principal can aimed at asymmetric information, it is caused by the agent have more company's information. With the assumption that each individual act for maximizing their interest, therefore it can encourage agent do earning management. However, the earning management can be minimized by good corporate governance. Beside that, the accounting conservatism principal is considered have importance role in order that agent do not earning management. The objectives of this study are (1) to examine the influence of good corporate governance mechanisms in order to reduce the earning management's level, (2) to examine and find out whether accounting conservatism moderates the influence of good corporate governance mechanisms to earning management variable. As much as 134 firms listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2006 were taken as a sample using a purposive sampling method. Good corporate governance mechanisms variables use Five Principles in Good Corporate Governance Best Practise in Indonesia, that were published by Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), which are transparency, accountability, responsibility, independency, and fairness. Earning management variable uses discretionary accrual proxy of Modified Jones Model and accounting conservatism uses dummy variable that the level accounting conservatism is determined by accrual method of Givoly and Hayn Model. The statistics method used to test the first hypotheses is a linear multiple regression and the second hypothesis is moderated regression analysis or hierarchical regression analysis. Overall, the empirical results show that the level of responsibility and fairness of auditor opinion as good corporate governance mechanisms have negative influence toward earning management's level, but the timeliness, disclosure quality, accountability, and independent commissioners have influenced toward earning management's level but no significant. Another results show that accounting conservatism as a moderating variable has two interaction in the model, which are positive interaction and negative interaction. Positive interactions can be shown in timeliness, responsibility, and fairness variables but negative interactions can be shown in disclosure quality, accountability and independency. However, accounting conservatism in whole model has negative interaction when moderates the influence of good corporate governance mechanisms to earning management variable, but no significant. Keyword: Good corporate governance mechanisms, earning management, accounting conservatism.
Kata Kunci : Good Corporate Governance; Earning Management; Konservatisma AKuntansi