Laporkan Masalah

GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI PADA USAHA KECIL BATIK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Praningrum (Adv.Drs. Gugup Kismono, MBA.), Drs. Gugup Kismono, MBA.

1997 | Tesis | S2 Management

Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan merupakan faktor yang paling kritis di dalam organisasi. Keduanya menentukan nada untuk seluruh organisasi dan mempengaruhi komunikasi pengambilan keputusan dan pola kepemimpinan dari seluruh sistem. Kedua hal ini penting karena suatu organisasi dibangun oleh individu - individu, dimana setiap anggota memiliki nilai - nilai kepercayaan dan motivasi sendiri-sendiri. Gaya kepemimpinan dari top manajemen dan norma-norma, nilai - nilai serta kepercayaan dari anggota organisasi digabungkan untuk membentuk budaya organisasi.

Salah satu pelaku industri yang dewasa ini sedang berusaha untuk dikembangkan adalah usaha kecil. Berbagai aspek diteliti untuk lebih dapat menumbuh kembangkan usaha kecil secara .lebih optimal. Salah satu aspek penelitian yang layak untuk diteliti adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasinya. Dengan demikian permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi usaha kecil batik di Daerah Istimewa Yogyakarta?

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah,

pertama, untuk menganalisis hubungan dan pengaruh gaya

kepemimpinan terhadap budaya organisasi pada usaha kecil

batik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua, menganalisis

apakah ada perbedaan gaya kepemimpinan dan perbedaan

budaya organisasi pada masing-masing ui::.aha kecil batik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi penelitian,dimulai dari data yang diperlukan. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan metode survai clan studi pustaka. Sampel diambil berdasarkan purposi sampling, yakni dengan cara memilih sekelompok subyek penelitian sesuai dengan ciri ciri atau sifat-sifat yang dimiliki populasi penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi. Kuesioner gaya kepemipinan yang digunakan sesuai dengan yang dikemukakan oleh Universitas Ohio, yaitu Leader Behavior Description Questionnair (LBDQ). Sebuah instrumen yang dirancang untuk menggambarkan bagaimana cara pemimpin melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan persepsi bawahan. rekan sejawat atau atasan. LBOO terbagi dua, gaya kepemimpinan condiseration dan initiating structure yang masing-masing meliputi lima belas pertanyaan. Kuesioner budaya organisasi disusun berdasarkan sepuluh karakteristik budaya organisasi yang dikemukakan Robbins (1993). Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan atas jawaban 30 responden. Variabel penelitian adalah gaya kepemipinan consideration, initiating structure dan budaya organisasi. Untuk menganalisis data digunakan koefisien korelasi, Anova dan regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan (dari tujuh sampel perusahaan dan 80 orang responden), 33,75% usia tenaga kerja antara 15-20 tahun, 23,75% antara 21-25 tahun, 12,50% antara 26-30 tahun, 11,25% antara 31-35 tahun, 11,25% antara 36-40 tahun dan 7,50% 41 tahun keatas. Tenaga kerja laki-laki 32,50% dan tenaga kerja wanita 67,50%. Tenaga kerja yang berpendidikan SD sebesar 68,75%, SMP sebesar 27,50% dan SMA sebesar 3,75%. Pengalaman kerja yang dimiliki adalah 67,50% antara 1-7 tahun, 3,75% antara

8-14 tahun, 8,75% antara 15-21 tahun, 3,75% antara 22-28

tahun, 12,50% antara 29-35 tahun an 3,75% lama kerja 36 tahun ke atas. Gaya kepemimpinan yang paling dominan adalah initiating st.ructure tinggi dan consideration tinggi yakni sebesar 98,75%. Sedang sisanya 1,25% adalah initiating structure tinggi dan consideration rendah. Hal ini berarti bahwa sebagian besar pempimpin usaha kecil batik yang ada di Daerah Istimewa Yogya.karta memiliki gaya kepemimpinan yang relatif sama. Atau dengan kata lain, tidak ada perbedaan gaya kepemimpimm pada usa:ha kecil batik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kuat atau lemahnya budaya organisasi yang ada pada usaha kecil batik di Daerah Istimewa Yogyakarta, ditentukan oleh rata-rata skor yang diperoleh, kemudian

dimasukkan dalam kelas interval yang dihitung sesuai dengan sturgess approach. Ada empat kelas, yakni kuat, sedang, lemah dan sangat lemah. Dari rata-rata skor yang diperoleh dan melalui UJl Anova, ternyata budaya organisasi pada usaha kecil batik. di Daerah Istimewa Yogya}rarta, berbeda-beda antara satu unit usaha dengan unit usaha lain. Hubungan dan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap budaya organisasi ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r) dan angka determinasi (R2 ). Ternyata gaya kepemimpinan memiliki hubungan dan pengaruh terhadap budaya organisasi pada sebagian besar usaha kecil batik yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kata Kunci : gaya kepemimpinan, budaya organisasi, usaha, batik, Daerah Istimewa Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.