Laporkan Masalah

Analisis Model Multilevel terhadap Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Periode 2001-2012

PRAMASHAVIRA (Adv.: Rimawan Pradiptyo, Dr., M.Sc.), Rimawan Pradiptyo, Dr., M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 Economics

Penelitian ini bertujuan menganalisis heterogenitas probabilitas jenis hukuman kepada pelaku korupsi di Indonesia, mulai dari hukuman penjara, hukuman finansial (denda, biaya pengganti, perampasan barang bukti yang bersifat moneter) maupun hukuman subsidair dari hukuman finansial tersebut. Model multilevel logistik digunakan untuk mengestimasi heterogenitas perbedaan probabilitas hukuman ini. Data yang digunakan adalah putusan Mahkamah Agung terkait dengan kasus korupsi dari tahun 2001-2012 dan kasus-kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasil analisis menunjukkan probabilitas penjatuhan hukuman di Jabodetabek dan Kalimantan terbukti lebih tinggi daripada di daerah lain di Indonesia.

The aim of this research is to analyze the heterogeneity of the punishment probability for corruption in Indonesia, such as imprisonment, financial penalties (fines, replacement costs, deprivation as monetary evidence) or subsidiary punishment of the financial penalty. Multilevel logistic models are used to estimate the heterogeneity of the different probabilities of these punishments. The data used in this research is the Supreme Court's decision related to the corruption of the years 2001-2012 and corruption cases handled by Corruption Eradication Commission (KPK). The analysis shows the probability of punishment in the Greater Jakarta and Kalimantan is proved to be higher than in other regions of Indonesia.

Kata Kunci : corruption, imprisonment, financial penalties, multilevel modeling, multilevel logistic, logit, korupsi, hukuman penjara, hukuman finansial.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.