Analisis pengelolaan pendapatan asli daerah kabupaten Wonosobo
PRAMANASARI, NILAWATI DYAH, Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc, Sc
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah terdapat perbedaan persepsi kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) terkait konsep Value For Money setelah berlakunya UU No. 22/1999 dengan setelah berlakunya UU No. 32/2004. Konsep Value For Money (VFM) merupakan pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi, efisiensi dan efektivitas (3E) Lahirnya UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999 yang kemudian dalam perkembangannya diperbaharui menjadi UU No. 32/2004 dan UU No. 33/2004 membawa perubahan mendasar pada sistem pemerintahan, yang semula sentralisasi menjadi desentralisasi. Untuk melaksanakan amanat UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah maka pemerintah daerah harus mengupayakan peningkatan PAD dalam rangka pelayanan masyarakat tanpa membebani masyarakat dan tanpa menimbulkan biaya tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 15 responden yang berasal dari instansi terkait, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag), Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Hasil analisis dengan Uji Mann-Whitney dan Korelasi rank spearman serta analisis interpretasi kepada 15 responden menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang nyata antara kinerja PAD terkait konsep VFM setelah berlakunya UU No. 22/1999 dengan setelah berlakunya UU No. 32/2004. Namun terdapat keeratan hubungan (korelasi) yang signifikan antarvariabel persepsi kinerja setelah berlakunya kedua Undang-Undang tersebut yang ditunjukkan oleh besarnya koefisien korelasi (Ekonomis: 0,909; Efisien: 0,698; Efektif: 0,808 dan Sistem Akuntansi: 0,909) yang Dapat disimpulkan bahwa penyempurnaan UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999 menjadi UU No. 32/2004 dan UU No. 33/2004 tidak menimbulkan perubahan yang nyata terhadap pengelolaan PAD terkait konsep VFM.
Kata Kunci : Desentralisasi, PAD, Value For Money (VFM)