Analisis pengaruh penggabungan kinerja finansial dan non finansial terhadap keberlanjutan usaha
PRADANA, ROBBY , Dr. Supriyadi, M.Sc,Ak
Kebangkrutan yang terjadi pada beberapa perusahaan besar memperlihatkan bahwa penekanan pada aspek finansial semata dapat memicu keserakahan dan pengabaian risiko yang merugikan seluruh pemegang kepentingan (stakeholder) Berdasarkan konsep-konsep seperti ethical value, corporate sustainability, serta triple bottom lines, perusahaan diarahkan untuk menyeimbangkan kinerjanya dalam aspek finansial dan non-finansial (ekonomi, sosial, dan lingkungan) Dengan demikian, perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan kepentingan stakeholder dibandingkan stockholder semata, sehingga tidak ada salah satu pihak yang lebih diuntungkan dan merugikan pihak lainnya. Maka dari itu, perusahaan akan mendapat dukungan dan kepercayaan dari seluruh pihak, sehingga mengurangi risiko perusahaan mengalami kebangkrutan. Akan tetapi, dengan menggunakan data perusahaan manufaktur yang ada di BEI tahun 2005-2007, penulis menemukan bahwa kinerja non-finansial ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan suatu perusahaan.
Bankruptcies which were happened to some big companies such as Enron and the latest Lehman Brothers showed that solely concern on financial aspect can stimulate greed and risk avoidance which impact on stakeholder's harmful. Based on concepts ethical value, corporate sustainability and triple bottom lines companies were directed to balance their financial and non-financial performance which comprise on economic, social and environment performance. Therefore, companies were insisted to be more concern on stakeholder's interests than stockholder's solely. Afterward no certain party will be more advantageous than the others, or in other words no party will be harmful. Afterall, companies will get sustainable support and trust from whole stakeholders, and that will reduce bankruptcy risk of the companies. However, using data from manufacturing companies which listed on Indonesia Stock Exchange, this research found unexpected result that financial performance is not significant predictor for bankruptcy risk.
Kata Kunci : Kebangkrutan, kinerja non-finansial, corporate sustainability, stakeholder.