Faktor-faktor yang menjelaskan variasi relevansi-nilai informasi
Pinasti, Margani (Adv. Dr. Suwardjono, Msi), Dr. Suwardjono, Msi
Penelitian ini menguji faktor-faktor yang menjelaskan variasi reJ~vansi-nilai infor¬masi akuntansi untuk pasar modal Indonesia. Suatu hipotesis yang diberi nama hipotesis informasi altematif diajukan daJ.am penelitian ini. Dalam hipotesis informasi altematif ini, peneliti berargumen bahwa relevansi-nilai informasi akuntansi semakin menurun dari waktu ke waktu karena perubahan respon pelaku pasar terhadap infomlasi akuntansi, sebagai akibat tersedianya dan digunakannya informasi-informasi altematif dalam penilaian perusahaan pada waktu-waktu kini. Untuk menguji hipotesis informasi altematif ini, dilakukan pengujian variasi relevansi-nilai informasi akuntansi antarwaktu dan antar faktor-faktor karakteristik perusahaan. Faktor kelompok industri, laba negatif, dan pos laba tidak berulang diuji, untuk mengetahui apakall faktor-faktor tersebut mampu menjelaskan variasi relevansi-nilaj informasi akuntansi.
Perioda sampel penelitian adalah dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2001.
Analisis dilakukan dengan menggunakan lima model penilaian perusahaan dan dua macam pengukur relevansi-nilai, yaitu R2 dan abnormal pricing errors.
Hasil penelitian ini membuktikan teIjadinya penurunan relevansi-nilai informasi akuntansi dari waktu ke waktu. Variabel industri dan variabel-variabel transitory earnings (yaitu karakteristik laba negatif dan proporsi pos laba tidak berulang) tidak dapat menjelaskan variasi relevansi-nilai informasi akuntansi.
Secara keseluruhan, pen::litian ini mengarah kepada simpulan bahwa untuk pasar modal Indonesia, telah teIjadi penurunan relevansi-nilai informasi akwltansi dari waktu ke waktu. Penurunan relevansi-nilai dari waktu ke waktu ini tidak dapat diatribusikan kepada variabel industri, karakt(~ristik laba negatif, maupun proporsi pos laba tidak berulang. Jadi, penurunan relevansi-nilai informasi akuntansi d~ri waktu ke waktu kemungkinan besar memang dijelaskan oleh semakin rendahnya relevansi-nilai informasi akuntansi dari waktu ke waktu, yang merupakan refleksi respon pelaku pasar terhadap informasi akuntansi.
To examine the alternative information hypothesis, examining the value-relevance variation of accounting information between the time and between the factors of company characteristic is done. Industry factors, negative earnings, one-time items are examined, to find out whether those factors are able to explain the variation of value-relevance of accounting information.
The period of study samples are from 1990 to 2001. The analysis uses five models of company valuation and two kinds of value-relevance measures, those are R2 and abnormal pricing errors.
The results of this study proved that there is decreasing of value-relevance of accounting information from 1time to time. Industry variable and transitory earnings variables (negative earnings characteristic and one-time items propo11ion) can not explain the variation of value--relevance of accounting information.
Overall, this research can draw conclusion that for stock market in Indonesia, there has been decreasing of value-relevance of accounting information from time to time. It can not be attributed to the industry variable, negative earnings characteristic, or one-time items proportion. So that, the decreasing is explained by the lower value¬relevance of accounting information from time to time, which reflects the users response on accounting information. This study results support alternative information hypothesis.
Kata Kunci : value-relevance of accounting information, alternative information hypothesis