Laporkan Masalah

The Relationship Between Followership Style and Organizational Commitment

PETSIWI, ICCHA (Adv.: Tarsius Hani Handoko, Dr., MBA ), Tarsius Hani Handoko, Dr., MBA

2015 | Tesis | S2 Magister Management

Kepengikutan adalah suatu hal yang penting dalam sebuah organisasi, tetapi menjadi topik yang tidak menarik dan tidak tereksplorasi. Mengikuti ide Kelley (1988), ada dua dimensi dalam kepengikutan yakni keterlibatan aktif dan pemikiran kritis dan independen. Keterlibatan aktif berkaitan dengan bagaimana individu memulai suatu tindakan. Mereka akan mencoba memastikan fungsi dan aktivitas sebagai bentuk tanggung jawab. Dalam hal ini, mereka memulai tindakan berdasar nilai yang mana mereka mereka bertidak secara inisiatif, berani, dan memiliki rasa kepemilikan. Sedangkan pemikiran kritis dan independen berhubungan dengan bagaimana individu sangat ingin menjadi inovatif dan kreatif dengan berpikir mandiri tanpa bergantung pada pemimpinnya, memberikan kritik jika dibutuhkan, serta mengevaluasi aktivitas di dalam organisasi. Ketika mereka menunjukkan tindakan tersebut, mereka cenderung dapat mengidentifikasi organisasi mereka. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kedua dimensi kepengikutan memiliki hubungan terhadap komitmen organisasi (komitmen afektif dan komitmen normatif) Penelitian ini mensurvey 119 karyawan PT PLN (Persero) Surabaya Utara. Dalam pengumpulan data, purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dan kuesioner didistribusikan kepada pegawai tetap PT PLN (Persero) yang telah bekerja minimal 1 tahun. Uji analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif memiliki hubungan yang signifikan dengan komitmen afektif maupun komitmen normatif. Sementara pemikiran kritis dan independen memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan komitmen afektif maupun komitmen normatif. Hubungan antara gaya kepengikutan dan komitmen organisasi juga dibahas sebagai analisis tambahan dalam penelitian ini.

Followership does matter within an organization, yet seems to be uninteresting and unexplored topic. Following KellyÂ’s (1988) idea, there are two dimensions of followership, namely active engagement and independent critical thinking. Active engagement relates to how individual pioneers actions. They will try to ensure functioning and activity as in the form of responsibility. This, they initiate value-based action that they act initiatively, courageously, and assume ownership at last. While independent critical thinking relates to how individual are eager to be innovative and creative by thinking independent ly without depending on the leader , offering criticism to him/her when necessary , or let them evaluate how task is being performed. Through this, followers likely identify with their organization once they perform. Therefore, it was argued that these two dimensions of followership were correlated with organizational commitment (both affective and normative commitment). This study surveyed 119 employees of PT PLN (Persero) North Surabaya. To collect the data, purposive sampling was used and the questionnaire was distributed to permanent employees who have at least worked a year within the company. Test analysis of the data used multiple regression The result showed that active engagement has significant relationship with both affective commitment and normat ive commitment. While independent critical thinking has insignificant relationship with both affective commitment and normative commitment. The relationship between followership style and organizational commitment was also discussed as an additional analys is.

Kata Kunci : active engagement, independent critical thinking, affective commitment, normative commitment, and followership style, keterlibatan aktif, pemikiran kritis dan independen, komitmen afektif, komitmen normatif, dan gaya kepengikutan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.